Tanah Kei dan Mereka yang Datang Membawa Harapan
- 02 Sep 2026 08:09 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Setiap orang datang ke sebuah tempat dengan membawa cerita dan harapannya sendiri. Di tanah Kei, ada mereka yang datang untuk bekerja, mengabdi, membangun kehidupan, lalu perlahan menjadikan Kepulauan Kei bukan sekadar tempat persinggahan, tetapi bagian dari perjalanan hidup.
Bagi Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, siapa pun yang datang dan hidup di tanah Kei sudah semestinya menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah ini. Kei, bukan hanya tempat untuk menjalankan pekerjaan, tetapi tanah yang patut dicintai oleh setiap orang yang memilih menjadi bagian dari kehidupannya.
Pesan itu disampaikan Thaher saat membuka Kampanye dan Pergerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis anak dan dokter spesialis THT di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Selasa (1/9/2026).
“Tapi saya cuma meyakinkan bahwa setiap orang yang datang, para perantau cintai daerah ini,” ujarnya.
Bagi Thaher, datang ke Kei membawa harapan juga berarti bersedia menerima tanah ini sebagai bagian dari kehidupan. Ada pekerjaan yang harus dijalankan, ada masyarakat yang harus dihormati, dan ada lingkungan sosial yang perlu dijaga agar kehidupan bersama tetap berjalan dengan baik.
Pesan itu terutama ia tujukan kepada mereka yang datang dari luar daerah untuk menjalankan tugas. Ia mencontohkan para pimpinan dan anggota TNI-Polri yang mendapat amanah bertugas di Kepulauan Kei.
“Contoh Teman-teman pimpinan TNI Polri yang tugas di sini ketika mereka aduh, aduh, aduh, jangan mengeluh di sini. Kerja saja dengan senang hati,” kata Thaher.
Bagi Thaher, pengabdian tidak hanya diukur dari pekerjaan yang selesai dilakukan. Ada ketulusan yang menurutnya harus menyertai setiap langkah, terutama ketika seseorang memilih mengabdikan diri jauh dari tempat asalnya.
“InsyaAllah puji Tuhan, Tuhan akan memberi dan leluhur akan memberikan dukungan itu,” ujarnya.
Ia percaya, orang yang bekerja dengan tulus dan ikhlas akan menemukan jalannya sendiri. Ketulusan, tidak hanya membuat seseorang mampu menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga dapat membuka kesempatan untuk melangkah lebih maju.
“Dan banyak mereka yang kerja dengan tulus dan ikhlas seperti Tentara Polisi selalu dia naik pangkat ke yang lebih tinggi. Tapi kalau dikit-dikit mengeluh, dikit-dikit mengeluh, leluhur juga melihat itu,” katanya.
Di balik nasihat tersebut, ada keyakinan tentang hubungan manusia dengan tanah tempat ia mengabdikan diri. Tanah Kei bukan sekadar ruang geografis, tetapi tempat yang menyimpan kehidupan, sejarah, dan nilai yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
“Jadi leluhur kita itu tidak terlihat secara nyata tapi ada. Itu saya yakini itu,” ucap Thaher.
Keyakinan terhadap leluhur itu pula yang membuat Thaher mengajak siapa pun yang hidup di Kei untuk mencintai tanah ini. Sebab, ketika seseorang memilih tinggal dan bekerja di suatu tempat, ia tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas di dalamnya, tetapi juga ikut menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.
“Makanya kita semua harus mencintai tanah Kei ini, tanah Kei ini luas. Yut, Nurat, Tutu, Tabun, Sarang, Selam, Kut, Paekeb, semua itu orang Kei,” ujarnya.
Kei terbentang luas, dengan kampung-kampung dan masyarakat yang memiliki ikatan satu sama lain. Di dalam ruang itulah mereka yang datang dari berbagai tempat bertemu dengan kehidupan masyarakat Kei, membawa harapan masing-masing, sekaligus diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari tanah ini.
Karena itu, bagi Thaher, mencintai Kei bukan hanya soal merasa nyaman tinggal di dalamnya. Rasa cinta itu perlu diwujudkan dengan menghargai masyarakat, menjalankan tugas dengan tulus, serta menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang hidup bersama.
“Kita harus saling menjaga dan saling mencintai satu dengan yang lain,” ujar Thaher.
Pada akhirnya, mereka yang datang ke Kei tidak harus selamanya dipandang sebagai orang luar. Mereka datang membawa harapan, tetapi selama memilih hidup dan mengabdi di tanah Evav, mereka juga diajak menumbuhkan harapan yang sama: melihat Kei tetap menjadi tanah yang dicintai, dijaga, dan dirawat bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....