Kemarau Panjang Ganggu Pertanian di Finualen Kota Tual
- 30 Sep 2026 04:30 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Musim kemarau yang melanda Finua Finualen, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual, mulai berdampak serius terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Keterbatasan air menyebabkan tanaman yang telah dibudidayakan warga mengalami kekeringan hingga tidak dapat dipertahankan.
Penjabat Kepala Finua (Desa) Finualen, Amirudin Sarkol, kepada rri.co.id Selasa (29/9/2026) mengatakan, kondisi kekeringan membuat sektor pertanian di wilayah tersebut mengalami kesulitan karena tidak tersedianya air untuk penyiraman. Kondisi itu turut mengancam ketersediaan pangan masyarakat di Finua Finualen.
“Kemarau di Finua Finulen itu menyebabkan pertanian di Finua kami tidak tertolong lagi. Faktornya adalah tidak ada air untuk menyirami perkebunan sehingga tanaman-tanaman yang tadinya kami sudah menggarap itu semua pada mati,” kata Amirudin.
Amirudin menyebutkan, kekeringan tidak hanya berdampak pada tanaman pangan, tetapi juga tanaman perkebunan masyarakat. Sejumlah komoditas seperti pala dan cengkih turut mengalami kekeringan akibat keterbatasan sumber air.
“Air bersih yang ada di Finua itu sumur yang dari DD 2025 itu sudah kering, terus faktor di perkebunaan, antara lainnya itu pala, cengkih, itu berdampak juga banyak yang kekeringan,” tambahnya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan masyarakat di Finua Finualen ikut terganggu karena sumber air untuk mendukung aktivitas pertanian semakin terbatas. Pemerintah desa berharap penanganan kekeringan dapat dilakukan melalui dukungan sarana penyediaan air, termasuk untuk membantu masyarakat mempertahankan lahan pertanian dan perkebunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....