Pedagang Sayur di Kota Tual Takut Gunakan Dana yang Bersumber dari Pinjol

  • 29 Sep 2026 07:11 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Tual - Sikap pedagang sayur yang enggan menggunakan modal dari pinjaman online (pinjol) adalah langkah yang sangat bijak dan realistis untuk melindungi keberlanjutan usahnya. Bisnis sayuran memiliki karakteristik perputaran uang yang cepat namun dengan margin keuntungan yang cenderung tipis dan risiko barang busuk yang tinggi.

Pinjol sering kali mengenakan bunga harian. Jika diakumulasikan, bunganya bisa memotong seluruh keuntungan harian pedagang sayur. Demikian kata seorang pedagang sayur mayur di pasar kota Tual ibu Dewi, saat di temui rri.co.id senin(28/9/2026).

Diakuinya, selama belasan tahun jadi pedagang sayur di pasar Tual, belum pernah menggunakan modal pinjaman dari rentenir baik dari offline maupun online dikarenakan selalu pakai modal sendiri walupun sedikit, demi menghindari urusan utang piutang yang sewaktu-waku bisa mengancam ketenangannya jika lalai membayar setoran.

“Su belasan tahun beta bajual sayur di pasar Tual ini selalu pakai modal sendiri, seng pernah pinjam uang rentenir apalagi yang namanya pinjol itu, beta takut suatu saat beta seng bisa bayar setoran.” Tutur ibu Dewi

Sayuran adalah komoditas yang tidak tahan lama. Jika sayuran membusuk atau tidak laku, pedagang akan kehilangan modal sekaligus terjerat utang pinjol yang terus berjalan. Pinjol ilegal maupun legal yang bermasalah sering kali melakukan penagihan yang mengintimidasi, yang dapat merusak ketenangan hidup dan fokus berdagang.

Bagi pedagang sayur, perputaran uang harian sangatlah sensitif. Untung dari berjualan sayur sering kali tipis dan fluktuatif karena risiko barang cepat membusuk. Jika keuntungan tersebut harus dipotong oleh bunga pinjol harian atau mingguan yang berlipat ganda, modal pokok mereka justru akan habis tergerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....