Mengenang Perang Puputan Badung
- 20 Sep 2026 21:10 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur - Setiap 20 September, masyarakat Bali mengenang Perang Puputan Badung, salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bali melawan kolonialisme Belanda. Peristiwa yang berlangsung pada 20 September 1906 itu menjadi simbol perlawanan rakyat Kerajaan Badung dalam mempertahankan kedaulatan dan tanah kelahirannya dari ekspedisi militer pemerintah kolonial Belanda.
Dilansir dari Wikipedia Puputan Badung tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan antara Kerajaan Badung dan pemerintah kolonial Belanda. Persoalan yang bermula dari sengketa terkait kapal yang terdampar di wilayah Sanur kemudian berkembang menjadi tuntutan ganti rugi dan tekanan politik terhadap Kerajaan Badung. Ketika tuntutan Belanda tidak dipenuhi, pemerintah kolonial melakukan blokade dan akhirnya mengirim ekspedisi militer ke Badung pada September 1906.
Puncak pertempuran terjadi pada 20 September 1906. Raja Badung bersama rakyat dan para pengikutnya melakukan perlawanan secara habis-habisan atau puputan. Pertempuran berlangsung di sejumlah kawasan, termasuk sekitar Puri Denpasar dan Puri Pemecutan. Raja dan para pengikutnya gugur dalam pertempuran tersebut, yang kemudian menandai berakhirnya perlawanan Kerajaan Badung terhadap pasukan Belanda.
Peringatan Hari Puputan Badung hingga kini menjadi momentum untuk mengenang keberanian dan pengorbanan para pejuang. Pemerintah Kota Denpasar secara rutin menggelar kegiatan peringatan di kawasan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Sejarah tersebut juga terus dikenalkan kepada generasi muda agar nilai perjuangan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....