Survei Pilbub Nabire, Ini Nama-nama Calon Berpotensi

  • 31 Jul 2024 14:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Lembaga survei Svadhyaya Riset mengeluarkan hasil survei Pemilihan Bupati Nabire, Papua, 2024. Berdasarkan hasil 'top of mind' para responden menunjukkan peluang besar bagi petahana Mesak Magai dan Hugo Martinus Karubaba.

"Sehingga selanjutnya, patut dinantikan langkah-langkah mereka. Perihal ini, untuk meraih sebanyak-banyaknya dukungan dari sekitar 18 persen swing voters," kata Direktur Operasional Svadhyaya Riset, Gery Gugustomo dalam keterangan pers, Rabu (31/7/2024).

Gery menyatakan, peringkat pertama ditempati Mesak Megai yang dipilih responden sebayak 36,48 persen. Kemudian, posisi Hugo Martinus Karubaba dengan persentase sebesar 35,10 persen.

Selanjutnya, posisi ketiga ditempati Evan Ibo sebesar 2,56 persen. Lalu, Oktovina Woromboni dengan 1,47 persen.

"Adapun, sebanyak 18,29 persen responden memilih menjadi swing voters atau belum menentukan pilihan. Sedangkan 2,36 persen responden Tidak tahu/tidak menjawab," ujarnya.

Survei juga menyasar Calon Wakil Bupati Nabire. Hasilnya, Ones Iyai dianggap tokoh paling layak mendampingi para kandiddat calon bupati dengan persentase sebesar 54,57 persen.

"Posisi kedua, ditempati oleh Kristofel Mara dengan persentase sebesar 25,17 persen dan ketiga, Roy Wonda 11,80 persen. Kemudian, terakhir ditempati tokoh yang bernama Udin Mardin dengan persentase sebesar 8,46 persen," ucapnya.

Dijelaskan, metode survey digunakan adalah stratified multistage random sampling, pada 18 sampai 24 Juli 2024. Yakni, dengan margin of error (MoE) +/- 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei Kabupaten Nabire ini menjangkau 4 Dapil terdiri 26 Distrik/Kampung. Responden dipilih secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir.

Primary Sampling Unit (PSU) survei ini adalah Distrik/Kampung yang dipilih secara acak dengan jumlah secara proporsional di setiap dapil. "Survei ini menjadikan buku data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 menjadi acuan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....