Sultan Tidore: Jadi Pemimpin Harus Sanggup Hidup Menderita

  • 06 Nov 2024 00:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Sanana, Malut: Kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, Sultan Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid Ichsan (HAS), di Kabupaten Kepulauan Sula, dipenuhi massa yang membludak. Kampanye cagub nomor urut 01 itu dipusatkan di Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Selasa (5/11/2024).

Calon Gubernur Maluku Utara, Sultan Husain Alting Sjah dalam orasinya menegaskan, dirinya tak pernah berhenti mengingatkan wakilnya Asrul Rasyid Ichsan untuk memimpin dengan adab. Termasuk, menempatkan diri sebagai pelayan, sebab rakyat adalah tuan.

"Jadi, kalau ada pemimpin bikin dirinya sebagai tuan, maka dia tidak pantas jadi pemimpin," kata Sultan menegaskan.

Selain itu, anak-istrinya dan Asrul dilarang ikut campur atau main proyek dalam pemerintahan Provinsi Maluku Utara. Sultan juga mengingatkan peran orang Sula yang besar dalam kesultanan.

Menurutnya, di masa lalu Kesultanan Tidore dan Ternate membutuhkan orang-orang hebat asal Sula untuk mengusir penjajah.

"Saya sudah bilang ke istri sejak awal bahwa menjadi pemimpin itu harus sanggup menderita. Jadi, jangan bayangkan menjadi istri gubernur lalu hidup senang-senang. Istri dan anak yang ikut campur urusan pemerintahan akan membawa kesengsaraan bagi suami dan ayah," ujarnya.

"Dan hari ini, saya butuh tangan orang Sula untuk bersama-sama menyelamatkan Maluku Utara," ucap Sultan Husain Alting Sjah.

Sebelumnya, Presidium Canga Muda, Muzril Musa mengatakan, ada lima alasan kenapa Sultan Husain cocok dipilih menjadi Gubernur Maluku Utara. Alasan pertama, menurut dia, Malut tak kunjung maju lantaran selama ini kita salah memilih pemimpin.

"Selama ini kita pilih pemimpin yang mengutamakan keluarga dan kelompoknya. Namun, tidak mengutamakan kepentingan rakyat," kata Muzril.

Alasan kedua, lanjut dia, untuk mengangkat harkat dan martabat sebagai daerah yang dikenal sebagai Jaziratul Mulk. Menurut Muzril, negeri ini ada tuan tanahnya, jadi coba kita serahkan kepada tuan tanahnya untuk memimpin negeri ini.

"Saya ajak kita semua menjaga harkat dan martabat negeri ini agar terhindar dari musibah," ujarnya.

Alasan ketiga, Husain Sjah sebagai seorang sultan sudah dididik untuk memimpin sejak kecil dalam keluarganya. Karena itu, tidak salah jika kita menjadikan sultan sebagai gubernur karena kemampuan memimpinnya.

"Lalu, memiliki integritas dan pengetahuan agama yang tinggi. Dan yang terakhir, adalah memiliki toleransi tinggi. Sultan memiliki toleransi tinggi, karena itu merupakan adat dalam kesultanan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....