Sejarah Meletusnya Gunung Krakatau pada 26 Agustus 1883

  • 26 Agt 2024 07:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Tanggal 26 Agustus diperingati meletusnya Gunung Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada tanggal 26 Agustus 1883 dengan menelan korban lebih dari 36.000 jiwa.

Puluhan ribu orang lainnya tenggelam dalam serangkaian tsunami yang disebabkan oleh runtuhnya gunung berapi tersebut ke dalam kaldera. Termasuk dinding air setinggi 120 kaki yang terbentuk tepat.

Sebagai bukti kekuatan dahsyat tsunami tersebut, air menyeret kapal uap Berouw hampir satu mil ke pedalaman Sumatra, menewaskan semua awaknya. Selain itu, letusan itu menyapu bersih 165 desa pesisir di Jawa dan Sumatra.

Dikutip laman History, sekitar pukul 1 siang pada tanggal 26 Agustus. Letusan gunung berapi mengirimkan awan gas dan puing-puing sekitar 15 mil ke udara di atas Perboewatan.

Peristiwa iu akan menjadi yang pertama dalam serangkaian ledakan yang semakin kuat selama 21 jam berikutnya, yang berpuncak pada ledakan hebat. Sekitar pukul 10 pagi pada tanggal 27 Agustus yang melontarkan abu sekitar 50 mil ke udara dan dapat didengar hingga sejauh Perth, Australia atau berjarak sekitar 2.800 mil.

Sekitar 9 mil persegi pulau itu, termasuk Perboewatan dan Danan, terjun ke dalam air ke dalam kaldera hingga kedalaman sekitar 820 kaki di bawah permukaan laut. Dilaporkan pada Minggu (25/8/2024), Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-10 mm, dominan 2 mm.

Terkait kondisi ini, Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Jumono meminta masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah anak Krakatau. "Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Terhadap ancaman bahaya awan panas, lava dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat dalam radius 2 km dari kawah," katanya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....