Sejarah Hari Kemerdekaan Energi Sedunia Diperingati 10 Juli

  • 10 Jul 2024 07:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Hari Kemerdekaan Energi Sedunia jatuh pada tanggal 10 Juli. Hari Kemerdekaan Energi Sedunia mempromosikan kesadaran akan bentuk energi alternatif.

Selain itu, menawarkan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang bentuk energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi. Dikutip dari National Today, beberapa sumber energi yang paling umum digunakan masyarakat antara lain minyak bumi, batu bara, dan gas.

Jenis energi ini dikenal sebagai bahan bakar fosil. Ada banyak kekhawatiran mengenai bahan bakar fosil.

Salah satunya adalah bahwa mereka pada akhirnya akan habis. Masalah bahan bakar fosil lainnya mencakup polusi udara dan air, degradasi lahan, dan pemanasan global.

Masalah-masalah ini memotivasi para ilmuwan untuk menemukan bentuk energi baru yang dapat diisi ulang. Jenis energi tersebut antara lain tenaga surya, angin, pembangkit listrik tenaga air, nuklir, dan panas bumi.

Beberapa orang percaya bahwa satu-satunya cara untuk mencapai kemandirian energi adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan. Sayangnya, hal ini sulit dilakukan.

Beberapa alasannya antara lain kurangnya pengetahuan tentang cara kerja sumber energi ini dan juga berapa biayanya bagi konsumen. Salah satu hambatan utama dalam peralihan dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan adalah ketidaknyamanan dalam melakukan hal tersebut.

Inilah sebabnya mengapa kesadaran akan energi terbarukan sangat penting.
Sementara itu, Kementerian ESDM mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) sampai pada akhir 2023 baru mencapai 13,1 persen.

Dikutip dari ANTARA, Pemerintah menargetkan bauran energi nasional pada tahun 2024 sebesar 19,49 persen.
Pada 2025 pemerintah optimis mampu memenuhi target 23 persen meski sulit tercapai karena realisasi investasi di sektor energi terbarukan masih belum signifikan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....