Sejarah Hiroo Onoda, Tentara Jepang Terakhir yang Menyerah

  • 05 Jul 2024 15:59 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Hiroo Onoda adalah tentara Jepang berpegang teguh pada pemerintahnya, ia bertahan selama 29 tahun di hutan Filipina dan tidak menyadari bahwa sejarah Perang Dunia II telah berakhir.

Melansir laman The Japan Times, masih mengenakan seragam aslinya, Letnan 2 Hiroo Onoda dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang meyakini bahwa perang belum berakhir. Ia ditugaskan di Pulau Lubang, Filipina sejak tahun 1944.

Seorang petualang dari Jepang, Norio Suzuki bertekad membawa pulang prajurit setia itu ke negaranya. Suzuki berhasil melakukan pendekatan terhadap Onoda, bahkan bersahabat cukup dekat. Onoda pun akhirnya benar-benar percaya kalau perang sudah berakhir. Namun dia masih tetap ngotot bergerilya, hanya mau menyerahkan diri jika diperintahkan oleh komandannya. Suzuki pun kembali ke Jepang dan membawa Mayor Yoshimi Taniguchi, atasan Onoda yang kini sudah hidup tenang sebagai pengelola toko buku.

Dengan restu pemerintah, keduanya menjemput Onoda. Setelah Taniguchi membacakan surat perintah kaisar untuk menyerahkan diri, Onoda menangis sejadi-jadinya. Akhirnya pria berperawakan kecil itu menyerahkan pedang katana miliknya secara resmi kepada presiden Filipina, Ferdinand Marcos.

Hiroo Onoda kembali ke Jepang untuk kembali ke kehidupan warga sipil. Pemerintah memberinya penghargaan dan sejumlah uang, namun pemberian itu disumbangkannya ke kuil. Pada tahun 1975 dia hijrah ke Brasil untuk menjadi petani sekaligus menghindari perhatian media massa.

Onoda kembali ke Jepang pada tahun 1984 untuk mendirikan kamp pendidikan bagi anak-anak. Dia juga sempat mengunjungi Lubang di tahun 1996, menyumbangkan $ 10.000 untuk sekolah di sana.

Letnan dua Hiroo Onoda meninggal pada tanggal 16 Januari tahun 2014 karena serangan jantung dan paru-paru basah. Sampai saat ini, dedikasinya yang luar biasa sebagai prajurit masih diingat publik.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....