Resensi Buku Hati Yang Gembira Adalah Obat

  • 10 Jun 2024 16:15 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Melabeli dirinya sebagai Si Paling Overthinking, Sophie Navita mengawali penulisan buku ini dengan mengajak pembacanya untuk menyamakan persepsi (supaya tidak overthinking), terutama terkait judul bukunya.

Menurut Sophie, kata "gembira" pada judul buku jangan diartikan sebagai bahagia, dan juga berbeda dengan happy atau glad. Gembira yang dimaksudnya adalah joy (sukacita). Bagi Sophie gembira yang berarti joy (sukacita) adalah kondisi saat kita bisa menerima dan belajar menikmati keadaan walaupun tidak selalu sesuai dengan ekspektasi kita.

Dalam buku ini, Sophie berbagi pengalaman hidupnya yang diperkaya dengan pandangan spiritual, serta pengetahuan seputar ilmu kesehatan holistik yang nantinya membawa ia menekuni dunia kuliner sebagai raw food chef.

Berbagai pengalaman hidup, seperti kerinduannya pada sosok seorang ayah yang sibuk berlayar, kedekatan dan rasa kehilangan yang mendalam akan sosok Ompung Boy dan Ompung Girlnya, momen sakit sang ibu yang aslinya jarang sakit, sampai melepas dua putra yang sudah beranjak dewasa untuk mandiri, yang disebutnya sebagai fase bird launcher. Semua peristiwa di ceritakan Sophie dengan bahasa yang ringan seakan sedang ngobrol dengan sahabat sendiri.

Lewat pengalaman hidupnya, Sophie sampai pada satu kesimpulan, bahwa ternyata ungkapan "you are your own happiness" ada benarnya, namun hanya 50%. Sisanya didapat dengan menyadari bahwa standar happiness tidak bisa diukur dengan standar dunia, yang sifatnya hanya sementara.

Kesadaran itu membawa Sophie menemukan caranya untuk menemukan hati yang gembira, yang dibaginya dalam buku ini, yaitu know who you really are and what your purpose, forgive, surrender, be grateful, dan give. Give your good energy, good thoughts, your smile, your hugs, or your prayers.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....