Fenomena Fatherless; Pentingnya Kehadiran Ayah Dalam Keluarga

  • 23 Mei 2024 16:35 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta : Istilah fatherless akhir-akhir ini menjadi perbincangan di media sosial. Lantas, apa sebenarnya fatherless?Sesuai namanya, fatherless adalah istilah yang mengacu pada kurangnya kehadiran ayah dalam pertumbuhan anak, baik secara fisik maupun emosional.


Absennya sosok ayah dalam tumbuh kembang anak bisa terjadi karena berbagai situasi. Sebut saja perceraian, perpisahan, kematian, hingga sibuknya sang ayah hingga secara emosional tak hadir untuk si kecil.
Ketiadaan ayah dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap anak-anak dalam berbagai aspek kehidupannya, mulai dari sisi psikologis, emosional, hingga kehidupan sosial sang anak.

Dilansir dari Halodoc, Fatherless atau anak yang tumbuh tanpa ayah dapat menjadi salah satu masalah sosial yang semakin meningkat dalam kehidupan masyarakat.Kehadiran ayah sebagai sosok penting dalam keluarga memiliki peran yang signifikan juga dalam tumbuh kembang anak.

Beberapa dampak fatherless pada perkembangan anak meliputi:

1. Gangguan emosi

Anak dengan fatherless cenderung mengalami gangguan emosi seperti depresi, kecemasan, dan kesulitan dalam mengontrol emosi mereka. Kondisi ini terjadi karena adanya perasaan kehilangan, kesepian, dan ketidakamanan yang anak rasakan.

2. Perkembangan perilaku yang buruk

Anak yang tidak memiliki figur ayah dalam hidupnya sering kali mengalami masalah dalam perkembangan perilaku mereka. Mereka dapat menjadi sulit untuk diatur, tidak taat aturan, dan cenderung terlibat dalam perilaku merugikan diri sendiri seperti bolos sekolah, penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

3. Rendahnya tingkat kepercayaan diri

Anak yang tumbuh tanpa ayah akan merasa tidak mendapatkan rasa saling menghargai dari orang lain. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan dan ketidakpercayaan diri pada kemampuan mereka sendiri.

4. Kesulitan dalam hubungan sosial

Anak yang tidak memiliki sosok ayah cenderung mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial dengan orang lain. Mereka merasa tidak mendapatkan kepercayaan atau sulit untuk menunjukkan perhatian kepada orang lain. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya atau pasangan di masa depan.

5. Kurangnya dukungan sosial dan finansial

Anak yang tidak memiliki figur ayah cenderung mengalami dukungan sosial dan finansial yang kurang. Ayah sering kali menjadi sumber penghasilan utama dalam keluarga dan ketika mereka tidak hadir, bisa membuat situasi keuangan keluarga menjadi sulit.

Selain itu, anak dengan fatherless juga dapat merasa kekurangan dukungan emosional dan bantuan praktis dari sosok ayah.


Beberapahal yang dapat kita lakukan untuk membantu anak dengan fatherless:

-Membantu anak memahami situasi yang sedang terjadi

-Memberikan dukungan emosional

-Menjadi sosok panutan positif

-Mendorong partisipasi dalam kegiatan sosial

-Menyediakan kesempatan untuk berbicara dengan ayah angkat atau orang dewasa lainnya yang dapat memberikan dukungan.

Penting bagi orang tua maupun lingkungan masyarakat untuk memberikan dukungan dan perhatian kepada anak dengan fatherless. Caranya dengan membantu anak dengan membangun kepercayaan diri mereka, serta memberikan dukungan sosial dan finansial sesuai kebutuhan.

Syurie Ariandani Hamurwati


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....