Mimpi I Wayan Wardika Agar Anak-Cucu Melihat Kunang-kunang

  • 29 Apr 2024 10:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Gianyar : I Wayan Wardika memiliki mimpi agar anak dan cucunya dapat menikmati keindahan dari kunang-kunang yang memiliki kemampuan mengeluarkan cahaya. Populasi kunang-kunang semakin menyusut karena hilangnya habitat oleh aktivitas manusia.

Keinginan itu, dia wujudkan dengan membangun Rumah Konservasi Kunang-kunang di Gianyar, Bali. Keberadaan rumah konservasi adalah untuk menjaga populasi hewan menyala tersebut melalui kegiatan penelitian, riset dan eksperimen.

"Waktu kecil kelas 6 SD tanpa listrik, saya ingat betul banyak kunang-kunang. Melihat fenomena populasi kunang-kunang, saya ingin memastikan anak-anak saya masih dapat menyaksikan kunang-kunang," kata I Wayan Wardika, Founder Rumah Konservasi Kunang-kunang, saat ditanya mengapa harus kunang-kunang, Sabtu (27/4/2024).

Founder Rumah Konservasi Kunang-kunang, I Wayan Wardika (paling kiri) bersama para peneliti. Mereka menghabiskan waktu untuk riset, penelitian dan eksperimen di Rumah Konservasi Kunang-kunang di Gianyar, Bali. (Foto: Rumah Konservasi Kunang-kunang).

Alasan lain, baginya sebagai Umat Hindu, memandang kunang-kunang tidak sekedar sebagai hewan dalam perspektif dunia (sekala). Ada nilai pendekatan spritualitas (niskala), yang terkait satu sama lain dan terhubung dengan satu elemen yaitu cahaya.

Keberadaan kunang-kunang menuntut manusia agar senantiasa menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan (sprituality), sesama manusia ( humanity) dan lingkungan (sustainablity). Baginya, kunang-kunang mengajarkan manusia untuk selalu berbuat, berbicara dan berfikir baik (Tri Kaya Parisudha).

"Cahaya itu energi spritual agar bisa hidup, bertumbuh dan kembali menuju sumbernya. Kunang-kunang erat simbol atau pemaknaan spritualitas harmoni dengan lingkungan dan filofosi agar kita menjaga, saling menghormati sesama," ujarnya.

Baca juga : https://www.rri.co.id/lain-lain/658512/jarang-lihat-kunang-kunang-rumah-konservasi-di-gianyar-ketir-ketir

Pada perspektif ilmu pengetahuan (sains), tidak ada literasi kunang-kunang dari Indonesia padahal ada 2 ribu spesies kunang-kunang di bumi. Selama ini, referensi terkait kunang-kunang bersumber pada peneliti asing.

Oleh sebab itu, melalui berbagai kegiatan penelitian di Rumah Konservasi Kunang-kunang, dirinya berharap berkontribusi pada kemajuan sains terkait kunang-kunang. "Ternyata referensi kunang-kunang di Indonesia terbatas, sehingga kami ingin berkontribusi dengan ilmu pengetahuan tentang kunang-kunang," harapnya.

Rumah konservasi memiliki tiga peneliti muda yang terus memantau kunang-kunang mulai dari kawin, telur, larva kemudian dewasa dan dilepasliarkan ke alam bebas. Pihaknya merogoh kocek Rp 15 hingga 20 juta perbulan dan sebagian besar untuk operasional SDM.

Salah satu peneliti di Rumah Konservasi Kunang-kunang. Para peneliti memantau pertumbuhan kunang-kunang mulai kawin, bertelur, larva dan dewasa hingga dilepasliarkan ke alam bebas. (Foto: Rumah Konservasi Kunang-kunang).

Pihaknya berharap ada dukungan penuh termasuk dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk akses penelitian lebih mendalam. Kemudian dukungan dari pemerintah untuk pengembangan pertanian organik dan pengembangan UMKM dari hasil pasca panen organik.

Baca juga : https://www.rri.co.id/lain-lain/659707/mengenal-kunang-kunang-dari-rumah-konservasi-gianyar

Pengembangan tanah organik sangat penting karena akan terhindar dari penggunaan bahan kimia dan pestisida. Salah satu penyebab semakin menyusutnya populasi kunang-kunang karena penggunaan pestisida dalam pengelolaan lahan pertanian.

Populasi kunang-kunang harus tetap dijaga agar tidak punah karena memiliki manfaat untuk manusia dan alam. Kunang-kunang menjadi bio indikator sebagai udara bersih, air yang tidak terkontaminasi dan tanahnya sehat.

"Kalau tidak ada kunang-kunang berarti salah satu elemen atau elemen tidak terpenuhi (misal tanah tidak sehat, udara kotor). Jika kita hidup pada lingkungan seperti itu (ada kunang-kunang) berarti lingkungan kita bagus," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....