Es Tung Tung - Jajanan Legendaris Kenangan Masa Kecil

  • 23 Apr 2024 10:38 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Masih sering makan Es Tung Tung? Es Krim Tradisional atau masyarakat sering menyebut Es Tung Tung karena Penjualnya menjajakan jualannya dengan gerobak dan membunyikan gong kecil yang tersemat di gerobak dengan cara memukulnya sehingga tercipta bunyi Tung Tung Tung.

Awalnya es tung tung ini dibuat karena masyarakat ingin mencicipi es krim yang terjangkau harganya. Dimana saat itu harga susu sebagai bahan dasar Es Krim termasuk mahal karena termasuk bahan mewah. Akhirnya susu digantilah dengan santan, sehingga menghasilkan es krim dengan rasa manis dan gurih. Namun bedanya es tung tung memiliki tekstur sedikit kasar dibandingkan es krim berbahan dasar susu yang teksturnya halus lembut.

Menurut salah satu penjual Es Tung Tung di Kota Madiun, Pak Jo yang sudah berjualan lebih dari 45 tahun ini, pembeli es tung tung tidak sebanyak dulu, karena sekarang sudah banyak macam es krim yang di jual di pasaran dengan harga terjangkau. Walau begitu es tung tung tetap memiliki peminatnya.

“Walau sekarang gak seramai dulu yo masih aja ada yang beli. Saya sudah jualan lama. Dulu dibantu diajari sama temen temen dari Klaten. Trus ya ini jualan muter. Kalo dulu muter pake gerobak dorong jalan kaki. Kalo sekarang pake sepeda. Alhamdulillah sampai sekarang jualan ini terus. “ cerita pak Jo “Es Tong Tong “

Dia menambahkan semangatnya berjualan sampai sekarang tak pernah padam. Dimulai dari jam 2 pagi membeli bahan di pasar lalu bahan bahan seperti dibuat gula, santan dan bahan perasa direbus. dilanjutkan dengan di bekukan menggunakan alat berbentuk Tabung yang diputar putar dalam es batu dan garam kasar sampai berbentuk seperti es krim namun sedikit kasar. Varian rasa yang disediakan Pak jo seperti tape, vanilla, coklat dan durian (bila Musim).

Harga es tung tung Pak Jo terbilang murah, mulai dari harga 2000 sampai dengan 5000 rupiah. Walau harga bahan saat ini terbilang naik, namun Pak Jo tetap mempertahankan harga agar semua kalangan bisa menikmati es tung tung buatannya.

“Sekarang harga lak mahal mahal . Tapi saya orangnya gak tegelan wes gak papa harganya segini yang penting berkah semua bisa menikmati es saya “ tambahnya Bapak dari 3 anak ini

Dalam sehari Pak Jo bisa mendapatkan Omset Rp.300.000,- bila sepi dan bila ramai bisa mencapai Rp.600.000,- . Selain jualan keliling Kota Madiun, Pak Jo juga sering dipanggil untuk menyediakan Es Tung Tung di hajatan pernikahan atau acara ulang tahun.

Banyak yang mengaku bahwa Es Tung Tung adalah salah satu kenangan manis masa kecil. Selain itu, rasa manisnya yang pas di lidah membuatnya disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pak Jo berharap Es Tung Tung masih tetap disuka banyak orang dan tetep eksis

“ walau saingannya sekarang banyak. Harus tetap sabar, tekun, telaten pasti rezekinya lancar. Semoga tetap banyak yang suka dan nyari. Rezeki sudah ada yang ngatur. Berkah barokah. Dari pada diam dirumah “ Pungkasnya.

Dengan semakin berkembangnya tren kuliner, semoga Es Tung Tung dapat kembali dikenal dan dinikmati oleh masyarakat luas, sehingga warisan kuliner ini tidak akan punah dan tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....