Penting! Jaga Kerukunan Warga Pasca Pesta Demokrasi

  • 16 Feb 2024 10:50 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Menjaga kerukunan pasca pesta demokrasi menjadi suatu hal yang patut dipertahankan. Ini disebabkan, berbedanya pilihan tiap individu memungkinkan untuk terjadinya pertengkaran publik dikarenakan berbeda pilihan.

Apalagi, dalam menyikapi kompetisi antara tiap paslon yang telah terjadi sebelum hari H pencoblosan lalu, memanglah memantik emosi bagi setiap paslon bahkan para pendukungnya sekalipun. Itu semua tidak dapat dihindari karena, pada sebuah kompetisi, memanglah wajar apabila setiap paslon berusaha untuk saling menjatuhkan.

Bahkan, tidak jarang ditemui bahwa saudara atau teman sendiri memiliki perbedaan pilihan antara setiap paslon. Meski berbeda pilihan, rakyat Indonesia telah lama berurusan dengan perbedaan mulai dari suku, ras, dan agama. Sehingga, walau berbeda pilihan dalam pemilihan kemarin, sebaiknya rakyat Indonesia mampu saling menghargai tiap pendukung yang berbeda paslon.

Namun, di saat pemilu usai, tidak jarang kita menemui para peserta pemilu yang gagal terpilih mengalami depresi dan berujung di rumah sakit. Sehingga, para peserta pemilu sebaiknya membangun pondasi keimanan yang kokoh di saat mengalami kekalahan maupun kemenangan agar tidak jumawa.

“Allah itu berkuasa untuk memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang Allah kehendaki dan juga mencabutnya. Dan banyak sekali pemimpin-pemimpin di dunia yang mana Allah lah yang memberikan kekuasaan-kekuasaan itu”, kata Amir Abdullah, M. Pd, Ketua yayasan Darul Madinah Madiun.

Kemudian Allah juga yang mencabut kekuasaan-kekuasaan itu. Allah juga yang memuliakan seseorang yang Allah kehendaki dan juga Allah juga menghinakan seseorang yang Allah kehendaki. Oleh sebab itu, kerukunan di saat pasca pemilu sebaiknya dijaga dan dipertahankan hingga tidak menimbulkan pertengkaran publik. Memang, pada saat kampanye para peserta pemilu saling menjatuhkan satu sama lain.

"Akan tetapi, perbedaan pilihan selalu menjadi polemik di masyarakat sekitar yang patutnya dihilangkan karena, masyarakat Indonesia sendiri sudah sejak lama berurusan terhadap perbedaan. Di samping itu, kekokohan keimanan bagi para peserta pemilu, wajib diperkuat untuk menerima kenyataan bila mana terjadi kekalahan dalam pemilu tahun ini," kata Amir, mengakhiri. Jumat (16/2/2024). FD.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....