Fase Growth Spurt pada Bayi, Kapan dan Bagaimana Cara Menghadapinya?
- 17 Jan 2024 12:29 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Pada usia tertentu, bayi akan mengalami percepatan pertumbuhan atau biasa disebut dengan growth spurt. Pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), bayi memang sedang mengalami pertumbuhan yg pesat. Namun pada masa growth spurt, kepesatan pertumbuhannya akan melonjak lebih intens. Kondisi ini biasanya terjadi selama beberapa hari sampai satu minggu.
Berikut strategi yang bisa orang tua lakukan saat bayi di fase growth spurt :
1. Pastikan bayi mendapatkan ASI secara optimal. Jangan lupa untuk selalu memantau tanda kecukupan ASI pada bayi, seperti frekuensi buang air kecil 6 – 8 kali dalam sehari & berat badan bayi naik sesuai dengan grafik pertumbuhan di tiap bulannya.
2. Tetap tenang dan tidak terburu-buru memberikan sufor untuk bayi, karena sebenarnya proses growth spurt ini bisa membantu meningkatkan produksi ASI.
3. Berupaya menenangkan bayi. Mengingat salah satu tanda bayi yang sedang growth spurt ini akan menjadi lebih rewel, pastikan orang tua sudah tau bagaimana cara untuk membuat bayi menjadi lebih tenang. Seperti dengan mengajaknya bermain, membacakan buku cerita atau memutarkan musik kesukaan bayi.
4. Kolaborasi antara ibu & ayah. Dukungan keluarga berperan penting untuk menjaga orang tua tetap sehat, rileks dan tidak stress, karena keluarga merupakan support system utama.
5. Cukupi nutrisi harian ibu, dengan cara menjaga dan mengatur pola makan serta cukupi kebutuhan cairan tubuh. Asupan makanan bergizi tidak hanya penting untuk menjaga produksi ASI, namun bisa menjaga stamina agar tetap fit saat mengurus bayi yang sedang mengalami growth spurt.
Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh sebanyak 3,1 liter per hari termasuk air putih, jus dan kuah sayur dan jenis cairan lainnya. Karena ASI 90% adalah berasal dari cairan, agar produksi asinya tetap lancar maka kecukupan asupan cairan tubuh juga harus diperhatikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....