Dampak Elnino, Petani Sragen Tewas di Sawah Diduga Heat Stroke
- 18 Okt 2023 11:09 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Cuaca panas ekstrim dampak badai Elnino menelan korban jiwa. Seorang petani di Kabupaten Sragen tewas di area persawahan diduga karena heat stroke.
Petani tewas dampak cuaca panas terjadi di area persawahan Dukuh Ngabeyan RT 19, Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Selasa (17/10/2023). Korban bernama Sukiyono (69) warga Dukuh/Desa Bumiaji RT 10 Kecamatan Gondang.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban melakukan pemangkasan batang jerami sisa panen di sawahnya menggunakan mesin pemotong rumput. Sebelumnya korban berangkat ke sawah pagu hari dalam kondisi sehat.
"Awalnya sekira pukul 07.00 Wib korban pergi ke sawah untuk memotong bonggol tanaman padi. Kemudian sekira pukul 11.30 WIB seorang Petani Sudarto (49) yang pergi ke sawah melihat korban tergeletak dalam keadaan terlentang dengan posisi menggendong mesin potong rumput," kata Kapolsek Gondang AKP Sudarmaji, Rabu (18/10/2023).
Saat dicek ternyata korban diketahui sudah tidak bernyawa. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Gondang. Personil kepolisian dan petugas kesehatan mendatangi lokasi kejadian untuk evakuasi.
AKP Sudarmaji mengatakan, hasil pemeriksaan jenazah korban oleh Dokter Puskesmas Gondang dan INAFIS Polres Sragen tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Namun ada luka lecet di lengan tangan kiri, dan paha kiri.
"Tapi ada bekas luka bakar akibat terik matahari di bagian leher. Tapi tidak terdapat luka lebam akibat benda tumpul (penganiayaan). Keluarga korban menerima kejadian tersebut dan meminta tidak dilakukan autopsi," kata Kapolsek.
Sudarmaji memastikan bahwa korban meninggal dunia bukan karena penganiayaan. Namun diduga kuat heat stroke, karena di Kecamatan Gondang hari Rabu (18/10) cuaca ekstrim, panas tinggi.
"Cuaca sangat panas, ditambah kecapekan. Yang jelas tidak ada riwayat sakit apa-apa. Kemarin Gondang memang panas puol, kalau berapa derajatnya saya tida mantau, tapi panas luar biasa," ujar dia.
Pihaknya meminta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk waspada dengan cuaca ekstrim. Bila cuaca panas sudah berlebihan lebih baik kembali ke rumah.
"Tapi namanya petani kalau sudah habis panen pasti Petani itu garap sawah, kalau bisa saat pagi atau sore hari saja," pintanya.
Cuaca ekstrim d Kabupaten Sragen memang diakui warga setempat. Nana (33) warga Sragen update story tangkapan layar cuaca ekstrim di Kecamatan Gondang pada Rabu siang mencapai 44 derajat.
Dia menyampaikan bahwa udara di Sragen sangat panas. "Hari ini panas luar bias (emot api)," tulisnya. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....