Pendiri ISI Surakarta Dapat Tanda kehormatan dari Presiden RI

  • 15 Sep 2023 22:28 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Mr. Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Djojokusumo pendiri Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) atau sekarang bernama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mendapatkan gelar kehormatan dari Presiden Joko Widodo melalui Program Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2023.

Gelar tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma disematkan melalui ahli waris, yaitu BRA. Fatimah Retno Hapsari.

Serah terima gelar kehormatan diberikan langsung Rektor ISI Surakarta Dr I Nyoman Sukerna di Gedung Pendapa Ageng GPH Joyokusumo ISI Surakarta, Kamis (14/9/2023) malam.

Prosesi acara diawali dengan kedatangan iring-iringan kelurga besar Mr. KGPH Djojokusumo dari Keraton Kasunanan Surakarta dan disambut rektor ISI Surakarta di Gedung Pendapa Ageng GPH Joyokusumo ISI Surakarta.

Dilanjutkan doa bersama dipimpin ulama Keraton Kasunanan Surakarta dan pementasan Tari Umbul Donga serta penayangan film dokumenter Mr. KGPH Djojokusumo.

Diketahui, Mr. KGPH Djojokusumo merupakan tokoh penting dalam proses penggabungan seluruh perguruan tinggi swasta se-Kota Surakarta menjadi Universitas Gabungan Surakarta (UGS) yang kini menjadi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Perwakilan kelurga, Prof. Dr. dr. Ambar Mudigda menuturkan, Mr. KGPH Djojodikusumo merupakan budayawan dan intelektual andal dalam bidang pendidikan dan budaya secara luas.

Mr. KGPH Djojokusumo memiliki pemikiran yang luar biasa tentang seluk beluk kebudayaan, khususnya budaya Jawa.

"Bagaimana melestarikan dan mengembangkan budaya adi luhung," tutur Ambar.

Karena kecintaannya terhadap seni budaya, Mr. KGPH Djojokusumo melepaskan jabatan penting di pemerintahan dan memilih menjadi promotor konsenfatori seni budaya di Kota Solo.

Guna menjamin kontinuitas pengembangan seni budaya di Kota Solo, Mr. KGPH Djojokusumo mendirikan pendidikan setingkat akademi dengan nama AKI Surakarta yang sekarang dikenal ISI Surakarta.

Kami keluarga besar sangat senang, karena animo generasi milenial yang mulai tertarik mengembangkan budaya. Terlihat dari banyaknya mahasiwa yang belajar di ISI Surakarta" ungkap Ambar. (Ril/Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....