Budaya Nongkrong di Coffee Shop
- 07 Feb 2026 22:49 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Budaya nongkrong di coffee shop semakin melekat dalam kehidupan anak muda. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana berkumpul, tetapi juga mencerminkan perubahan pola konsumsi dan cara bersosialisasi generasi milenial dan Gen Z di ruang publik.
Coffee shop kini hadir dengan berbagai konsep yang menyasar kebutuhan anak muda, mulai dari tempat duduk yang nyaman, fasilitas internet, hingga suasana yang mendukung aktivitas diskusi dan bekerja. Kondisi tersebut membuat kedai kopi menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu di luar rumah.
Di satu sisi, budaya nongkrong di coffee shop memberikan dampak positif. Anak muda memiliki ruang untuk berinteraksi, bertukar ide, serta menyalurkan kreativitas. Coffee shop juga kerap dimanfaatkan sebagai tempat belajar, bekerja jarak jauh, maupun pertemuan komunitas kreatif.
Namun, budaya ini juga membawa pengaruh terhadap pola konsumsi. Nongkrong di coffee shop secara rutin berpotensi mendorong perilaku konsumtif, terutama jika dilakukan hanya untuk mengikuti tren atau kebutuhan eksistensi di media sosial. Pengeluaran untuk makanan dan minuman pun menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Selain itu, keberadaan coffee shop sebagai ruang sosial turut menggeser kebiasaan berkumpul anak muda. Interaksi yang sebelumnya banyak dilakukan di ruang terbuka atau rumah, kini beralih ke ruang komersial yang menuntut adanya transaksi.
Meski demikian, budaya nongkrong di coffee shop tidak selalu berdampak negatif. Dengan pengelolaan waktu dan keuangan yang bijak, aktivitas ini dapat menjadi sarana produktif sekaligus ruang sosial yang mendukung perkembangan diri anak muda di tengah dinamika kehidupan modern.
Referensi:
https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/alasan-coffee-shop-jadi-tempat-nongkrong-favorit-millennials
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....