Tanja Wijatno Pimpin Ekspansi Strategis Shiva Industries

  • 02 Feb 2026 21:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Di tengah urgensi krisis sampah nasional, Shiva Industries yang merupakan pemain kunci sekaligus pionir teknologi pengolahan limbah organik on-site di Indonesia. Shiva Industries resmi mengumumkan penunjukan Tanja Wijatno sebagai Direktur Eksekutif baru per 2 Februari 2026.

"Kami merasa terhormat menyambut Tanja. Reputasi dan komitmennya terhadap negara akan mempercepat misi kami membantu Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat,” kata Tobias Wilson, Pendiri Shiva Industries dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/2/2026).

​Ia mengakui, bergabungnya Tanja menandai ambisi besar Shiva Industries untuk mempercepat ekspansi solusi berkelanjutan ke seluruh penjuru nusantara. Tanja Wijatno sendiri bukan nama asing dalam ranah dampak sosial.

Melalui kiprahnya di Rescue2000, ia telah lama dikenal sebagai pejuang kesejahteraan masyarakat dan ketahanan lingkungan. Bagi Shiva, kehadiran Tanja adalah sebuah "katalis".

Ia membawa kombinasi langka antara wawasan strategis, pengaruh nasional, dan integritas yang sejalan dengan misi perusahaan dalam membersihkan Indonesia. “Indonesia berada di titik balik dalam pengelolaan limbah organik bukan hanya soal sampah,” ujarnya.

Namun hal itu terkait langsung dengan kesehatan publik, ketahanan pangan, hingga masa depan pariwisata Indonesia. Teknologi Shiva, ujarnya lagi, membuktikan bahwa inovasi lokal mampu memecahkan masalah lokal dalam skala nasional.

Karena itu dalam peran barunya, Tanja telah memetakan empat pilar prioritas untuk membawa Shiva Industries ke level berikutnya. "Kami akan menjangkau kota-kota besar dan wilayah potensial di seluruh Indonesia, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lintas sektor, kemudian memasukkan solusi pengurangan limbah ke dalam agenda Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental social, and Governance (ESG) nasional,” ucapnya.

Selain itu juga memastikan teknologi pengolahan limbah dapat diterapkan secara masif dan berkelanjutan. ​Ia menambahkan, pasar solusi pengolahan limbah organik di lokasi (on-site) di Indonesia diprediksi akan terus meledak.

"Dengan perkiraan kebutuhan mencapai 114.000 unit mesin dan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 4,9%, Shiva Industries berada di posisi yang sangat menguntungkan.​ Faktor pendorongnya jelas yakni regulasi yang semakin ketat, penutupan banyak tempat pembuangan sampah (TPA) yang sudah overload, serta meningkatnya kesadaran lingkungan di berbagai sektor industri,” katanya.

Apalagi dengan ​dukungan  Braxton Capital asal Singapura, Shiva Industries kini siap meningkatkan kapasitas manufaktur dan memperkuat jaringan layanan nasional mereka. Keunggulan utama Shiva terletak pada teknologinya yang "Built in Indonesia, for Indonesia".

"Sistem ini mampu mengubah limbah organik menjadi nutrisi berharga hanya dalam waktu 24 jam. Keandalan ini telah teruji di berbagai sektor, mulai dari rumah sakit, bandara, hingga menjadi mitra resmi grup Marriott untuk 650 hotel di wilayah tersebut,” ucapnya.

​Dikatakan Tanja, Shiva Industries adalah produsen perintis sistem pengolahan limbah organik on-site yang membantu bisnis mengurangi volume limbah. Kemudian juga mengurangi emisi, dan biaya pembuangan melalui praktik ekonomi sirkular yang efisien.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....