Ukhwah Islamiah: Fondasi Kekuatan Umat

  • 07 Jan 2026 11:27 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Dalam pemaparannya yang dipandu oleh host Yuna Arie, Tgk. Zainuddin Mahyudin menekankan bahwa Ukhwah Islamiah atau persaudaraan sesama Muslim bukanlah sekadar konsep sosial, melainkan perintah agama yang berakar kuat pada keimanan. 

"Persaudaraan dalam Islam itu ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya," ujar Tgk. Zainuddin mengutip hadis Rasulullah SAW. Beliau menjelaskan bahwa membangun ukhwah dimulai dari pembersihan hati dari penyakit-penyakit seperti hasad (dengki) dan suuzon (berburuk sangka).

Poin-Poin Penting dalam Membangun Persaudaraan, Tgk. Zainuddin menguraikan beberapa langkah praktis dalam memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat:

1. Saling Mengenal (Ta’aruf): Membangun ukhwah dimulai dengan saling mengenal, tidak hanya nama, tetapi juga karakter dan latar belakang untuk menumbuhkan rasa empati.

2. Saling Memahami (Tafahum): Pentingnya memahami perbedaan pendapat agar tidak terjadi perpecahan. Tgk. Zainuddin mengingatkan bahwa perbedaan adalah rahmat asalkan tetap dalam koridor syariat.

3. Saling Menolong (Ta’awun): Wujud nyata dari ukhwah adalah kesediaan untuk membantu sesama Muslim yang sedang dalam kesulitan, baik secara moril maupun materil.

4. Menjaga Lisan: Beliau sangat menekankan agar masyarakat berhati-hati dalam berucap, terutama di media sosial, agar tidak menimbulkan fitnah yang dapat merusak hubungan persaudaraan.

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang dinamis, di mana pemirsa bertanya mengenai cara menghadapi konflik internal dalam organisasi atau komunitas keagamaan. Tgk. Zainuddin menjawab bahwa musyawarah dan kembali kepada tuntunan Al-Qur'an serta Sunnah adalah solusi terbaik untuk meredam konflik. "Jangan sampai ego pribadi menghancurkan ukhwah yang telah lama kita bangun. Islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan (Tasamuh)," tegas beliau di akhir sesi.

Program yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit ini ditutup dengan pesan agar umat Islam di Aceh, khususnya Lhokseumawe, tetap menjaga kekompakan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Persatuan umat adalah modal utama untuk membangun peradaban yang madani. Program MPU Menjawab ini dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube resmi RRI Lhokseumawe Official.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....