Studio Alam Gamplong, Destinasi Edukasi Perfilman di Sleman

  • 01 Jan 2026 21:15 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Sleman: Studio Alam Gamplong di Desa Sumberahayu, Sleman, Yogyakarta, kian menarik minat wisatawan yang ingin melihat langsung lokasi-lokasi pembuatan film. Area seluas 2,6 hektare ini dibangun pada 2017 dan sejak awal dirancang sebagai kawasan khusus untuk kebutuhan produksi film. Berbagai bangunan bergaya tempo dulu hingga modern tertata menyerupai set asli yang sering muncul dalam layar lebar.

Novi salah satu petugas di Studio Alam Gamplong mengatakan lokasi ini tidak hanya dipakai untuk satu produksi saja. Sejumlah film populer mengambil adegan di kawasan tersebut, termasuk Bumi Manusia, Habibie & Ainun 3, hingga film terbaru The Hole. Selain itu, beberapa sutradara lain juga memanfaatkan set yang ada untuk kepentingan pengambilan gambar. “Ini sebenarnya dibangun khusus buat syuting saja, bangunannya pun masih baru. Bukan permukiman zaman dulu,” ujarnya.

Saat ini tersedia lima wahana utama, antara lain kereta tram, area Bumi Manusia, Rumah Trinil atau rumah hantu, Habibie & Ainun, serta Galeri Antik. Setiap wahana memiliki tema berbeda, mulai nuansa kota tua hingga ruang bawah tanah bergaya mafia. Tiket satu wahana dibanderol Rp10.000, sementara paket terusan sebesar Rp45.000. “Kalau paketan lebih hemat Rp5.000 dan pengunjung bisa menikmati semua wahana,” katanya.

Aktivitas syuting di Studio Alam Gamplong berlangsung dinamis. Durasi produksi bergantung kebutuhan sutradara, bisa beberapa minggu hingga sebulan. Kru biasanya menginap di area sekitar desa, sementara sebagian yang bertugas menata set memilih bermalam dekat lokasi. Setiap pergantian produksi, tampilan cat dan properti pun menyesuaikan tema film sehingga suasana selalu terasa baru bagi pengunjung.

Pengunjung datang tidak hanya saat musim liburan. Hari kerja tetap ramai, meski puncak kunjungan terjadi pada hari besar. Dalam satu hari, jumlah wisatawan bisa menembus hampir seribu orang. Mereka umumnya penasaran melihat set film dari dekat serta menjadikan lokasi ini sebagai sarana edukasi perfilman dan spot swafoto.

Salah satu pengunjung asal Surabaya Khairani, mengaku mendapat pengalaman berbeda ketika menyusuri setiap wahana. Ia menilai Studio Alam Gamplong bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga media belajar tentang proses produksi film. “Awalnya hanya penasaran, setelah masuk ternyata banyak pelajaran perfilman yang saya dapat. Tempatnya luas dan menarik,” ucapnya. Ia menambahkan, sistem tiket fleksibel karena parkir dan tiket masuk kawasan bersifat seikhlasnya, sementara wahana tertentu berbayar.

Dengan konsep wisata edukatif dan kedekatannya dengan dunia film nasional, Studio Alam Gamplong terus memperkuat daya tariknya. Kombinasi set tematik, fasilitas tram wisata, serta akses yang relatif mudah membuat destinasi ini menjadi pilihan keluarga, pelajar, maupun komunitas perfilman. Tidak berlebihan jika kawasan ini kini dikenal sebagai laboratorium alam bagi sineas sekaligus ruang rekreasi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....