Strategi Memilih Pohon yang Tepat untuk Hutan Gundul

  • 31 Des 2025 12:48 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Upaya menanggulangi hutan gundul kini menjadi prioritas nasional dalam menghadapi krisis iklim global. Namun, keberhasilan reboisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, melainkan oleh pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan ekosistem lokal. Penanaman pohon yang salah justru bisa merusak keseimbangan unsur hara tanah dan keanekaragaman hayati setempat.

Berdasarkan pedoman teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pohon Sengon (Albizia chinensis) dan Jabon (Neolamarckia cadamba) sering menjadi pilihan utama untuk tahap awal reboisasi di lahan kritis. Kedua jenis ini termasuk tanaman pioneer, karena pertumbuhannya sangat cepat dan mampu beradaptasi di tanah minim nutrisi. Selain memperbaiki struktur tanah, pohon-pohon ini juga menyediakan naungan bagi tanaman lain yang lebih sensitif.

Selain tanaman cepat tumbuh, laporan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menekankan pentingnya menanam pohon endemik seperti Meranti (Dipterocarpaceae) dan Ulin (Eusideroxylon zwageri). Meski pertumbuhannya lebih lambat, pohon endemik memiliki kemampuan menyerap karbon (CO₂) yang lebih tinggi dan menjadi fondasi ekosistem hutan hujan tropis. Pohon ini juga menyediakan habitat vital bagi satwa liar yang terancam punah.

Di wilayah pesisir, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) merekomendasikan penanaman Bakau (Rhizophora). Akar mangrove yang kuat berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi dan intrusi air laut, sekaligus mampu menyimpan karbon hingga lima kali lebih banyak dibanding hutan daratan. Ini menjadikannya elemen penting dalam mitigasi pemanasan global.

Kesimpulannya, kombinasi antara tanaman cepat tumbuh untuk perbaikan lahan dan pohon endemik untuk keberlanjutan ekosistem merupakan strategi terbaik. Mengacu pada data BMKG yang menunjukkan peningkatan suhu bumi, pemilihan pohon yang tepat bukan hanya upaya reboisasi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air dan udara bersih bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....