Mengulas Sejarah Hari Armada Republik Indonesia
- 05 Des 2025 05:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Armada RI untuk menghormati peran TNI Angkatan Laut. Armada RI menjaga kedaulatan NKRI melalui berbagai operasi sejak awal kemerdekaan.
Kesadaran akan pentingnya kekuatan armada mulai muncul pada 1945. Unsur administratif armada kemudian dibentuk di berbagai pangkalan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).
Melansir laman Koarmada TNI AL, Situasi pada tahun 1948 membuat kekuatan tempur laut belum hadir di mandala samudera. Namun Corps Armada tetap digunakan sebagai nama kesatuan Angkatan Laut.
Memasuki tahun 1950, upaya merintis armada modern mulai dilakukan bertahap. Kehadiran kapal perang baru memperkuat kemampuan tempur Angkatan Laut.
Di periode itu, ALRI juga menghadapi berbagai gerakan separatis nasional. Pembangunan marinir, penerbangan, dan pangkalan semakin memantapkan fondasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).
Armada RI mencatat sejarah panjang melalui operasi strategis negara. Operasi itu termasuk menerobos blokade Belanda dan mengirimkan pejuang lintas laut.
Puncaknya yaitu ketika Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menerbitkan SK No. A.4/2/10 tahun 1959. Keputusan itu menetapkan struktur resmi organisasi Komando Armada ALRI.
Struktur tersebut kemudian disahkan Komodor R.E. Martadinata pada 5 Desember 1959. Hari itu menjadi tonggak modernisasi kekuatan laut Indonesia.
Peresmian tersebut beriringan dengan pengembangan sistem SSAT nasional. Sistem itu mencakup kapal permukaan, kapal selam, penerbangan, dan pasukan pendarat.
Sejarah mencatat peran armada dalam operasi besar Trikora dan Dwikora. Kedua operasi itu menegaskan posisi strategis armada dalam pertahanan maritim.
Beberapa tahun kemudian, ALRI melakukan reorganisasi komando pada 1966. Reorganisasi itu melahirkan Koarsam dan Koartara dengan fungsi berbeda.
Komando Armada Samudera (Koarsam) dipersiapkan menghadapi ancaman eksternal secara langsung. Sementara, Koartara bertugas menangani persoalan keamanan dalam negeri.
Upaya penyempurnaan struktur berlanjut pada 1970 ketika keduanya dilebur. Penyatuan itu menghasilkan Komando Armada Republik Indonesia.
Perkembangan organisasi kembali terjadi pada 1984 melalui validasi kawasan. Validasi tersebut melahirkan Koarmabar dan Koarmatim sebagai dua wilayah komando.
Perjalanan panjang ini berlanjut hingga pembentukan tiga armada pada 2018. Ketiganya adalah Koarmada I, Koarmada II, dan Koarmada III.
Transformasi terbaru tercapai saat Koarmada RI dibentuk pada 2022. Komando ini berkedudukan di Jakarta sebagai pengendali seluruh armada nasional.
Koarmada RI membawahi Koarmada I di Tanjung Pinang dan Koarmada II di Surabaya. Sementara, Koarmada III di Sorong memperkuat pertahanan wilayah timur.
Keseluruhan sejarah itu menunjukkan armada sebagai kekuatan maritim utama. Penguatan berkelanjutan diperlukan untuk mewujudkan Jalesveva Jayamahe.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....