Main HP Gelap-Gelapan Picu Risiko Mata Juling
- 04 Nov 2025 22:07 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo: Kebiasaan memainkan ponsel sambil berbaring di tempat gelap ternyata bisa membawa dampak serius bagi kesehatan mata. Aktivitas yang sering dilakukan banyak orang sebelum tidur ini berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan seperti strabismus atau yang dikenal dengan istilah mata juling.
Menurut penjelasan American Academy of Ophthalmology (AAO), strabismus terjadi ketika kedua mata tidak sejajar atau tidak fokus pada satu titik yang sama. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelemahan otot mata, gangguan saraf, atau kebiasaan visual yang salah, seperti menatap layar ponsel dalam posisi tidak simetris untuk waktu lama.
Bermain ponsel sambil berbaring miring dalam ruangan gelap membuat satu mata bekerja lebih keras dari mata lainnya. Mata yang berada di sisi bawah cenderung tertekan oleh bantal, sementara mata di sisi atas lebih aktif menatap layar. Ketidakseimbangan inilah yang bisa memicu gangguan koordinasi otot mata.
Selain itu, cahaya biru dari layar ponsel dalam kondisi minim penerangan dapat menyebabkan digital eye strain atau ketegangan mata digital. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Ophthalmic and Physiological Optics (2022), paparan cahaya biru yang berlebihan dapat menimbulkan gejala seperti mata kering, sakit kepala, hingga gangguan fokus visual.
Kebiasaan ini juga memperburuk kualitas tidur. Harvard Medical School dalam studinya tahun 2020 menyebutkan bahwa cahaya biru menekan produksi melatonin, hormon pengatur tidur, sehingga tubuh lebih sulit beristirahat. Akibatnya, selain berisiko terhadap kesehatan mata, kebiasaan ini turut mengganggu siklus tidur alami seseorang.
Strabismus akibat kebiasaan buruk penggunaan gadget bisa bersifat sementara jika ditangani sejak dini. Namun, bila dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat menjadi permanen dan memerlukan terapi khusus atau bahkan tindakan pembedahan.
Para pakar menyarankan agar penggunaan ponsel di malam hari dilakukan dalam posisi duduk dengan pencahayaan cukup. Selain itu, disarankan untuk menggunakan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....