Kenapa Surat At-Taubah Tidak Diawali dengan Bismillah?

  • 23 Okt 2025 10:15 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Kalau kamu perhatikan, seluruh surat dalam Al-Qur’an dimulai dengan kata “Bismillāhirrahmānirrahīm”, kecuali satu surat yaitu surat At-Taubah atau surat Bara’ah. Pertanyaannya, kenapa? Apakah ada alasan khusus di balik itu?

Menurut Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi, Surat At-Taubah diturunkan dalam konteks tegas sebagai pernyataan pemutusan hubungan (bara’ah) dengan kaum musyrikin yang melanggar perjanjian damai dengan kaum Muslimin setelah Perjanjian Hudaibiyah. Ayat-ayat awalnya (At-Taubah: 1–3) adalah deklarasi bahwa kaum musyrikin tidak lagi dilindungi oleh perjanjian.

"إِذَا انْسَلَخَ الأَشْهُرُ الحُرُمُ فَاقْتُلُوا المُشْرِكِينَ..."

Artinya: “Apabila bulan-bulan haram telah berlalu, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui mereka...” (QS. At-Taubah: 5), Imam Al-Qurthubi menegaskan, “Bismillāhirrahmānirrahīm” mengandung makna rahmat dan kedamaian, sedangkan At-Taubah turun dalam konteks perang dan kecaman. Maka, secara adab dan makna, tidak pantas mengawali surat ini dengan kalimat yang mengandung kedamaian.

Selanjutnya, dalam beberapa riwayat diceritakan bahwa beberapa sahabat, seperti Utsman bin Affan dan Ibnu Abbas, berpendapat bahwa surat At-Taubah merupakan lanjutan dari surat Al-Anfal, karena keduanya sama-sama berbicara tentang jihad, perjanjian, dan pengkhianatan kaum musyrikin. Dalam Tafsir Ibn Katsir, disebutkan: “Ketika para sahabat menulis mushaf pada masa Utsman, mereka ragu apakah Al-Anfal dan At-Taubah satu surat atau dua surat yang terpisah. Karena keduanya sangat mirip temanya, maka mereka memisahkannya tanpa menuliskan Bismillah di antaranya.”

Jadi, tidak adanya Bismillah bukan berarti berkurang keutamaan suratnya. Justru dari sini, kita belajar bahwa:

  • Setiap ayat punya konteks dan hikmah. Ada saatnya Allah menurunkan ayat kasih sayang, ada saatnya Allah menegaskan keadilan.
  • Islam menyeimbangkan rahmat dan ketegasan. Kasih sayang Allah tidak berarti membiarkan kezaliman.
  • Surat At-Taubah adalah pengingat agar umat Islam selalu menepati janji dan bersikap jujur, karena pengkhianatan adalah hal yang dibenci Allah.

Jadi, tidak adanya Bismillāhirrahmānirrahīm di awal surat At-Taubah bukanlah kelalaian atau kekurangan, melainkan pelajaran besar tentang keadilan dan tanggung jawab. Surat ini menunjukkan bahwa kasih sayang Allah selalu hadir, bahkan saat Ia menegakkan keadilan terhadap yang melanggar. “Kasih sayang Allah luas, tapi keadilan-Nya menuntun agar rahmat itu tidak disalahgunakan.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....