Sejarah Hari Anak Perempuan Internasional
- 10 Okt 2025 10:20 WIB
- Tual
KBRN, Tual: Setiap tanggal 11 Oktober, dunia memperingati Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl Child). Peringatan global ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap berbagai isu yang dihadapi anak perempuan di seluruh dunia dan mempromosikan pemberdayaan serta pemenuhan hak-hak mereka.
Dikutip dari wikipedia dan beberapa sumber yang lain, Sejarah Hari Anak Perempuan Internasional bermula dari upaya advokasi global yang kuat untuk hak-hak anak perempuan. Tonggak awalnya dapat ditelusuri kembali ke Konferensi Dunia tentang Perempuan di Beijing pada tahun 1995.
Dalam konferensi tersebut, negara-negara peserta secara bulat mengadopsi Deklarasi dan Platform for Action Beijing. Dokumen bersejarah ini merupakan deklarasi pertama yang secara spesifik menyerukan pengakuan terhadap hak-hak anak perempuan sebagai bagian integral dari hak asasi manusia.
Meskipun fondasinya diletakkan pada tahun 1995, peringatan hari khusus ini baru secara resmi diresmikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2011. Melalui Resolusi 66/170 yang diadopsi pada 19 Desember 2011, PBB menetapkan tanggal 11 Oktober sebagai Hari Anak Perempuan Internasional.
Peringatan pertama kali diadakan pada 11 Oktober 2012 dengan fokus pada isu pengakhiran pernikahan anak.
Penetapan hari ini memiliki tujuan mendasar, yaitu untuk mengakui hak-hak anak perempuan dan menyoroti berbagai tantangan berbasis gender yang unik yang mereka hadapi secara global. PBB dan organisasi pendukung seperti UNICEF berupaya mencapai target-target berikut: Memastikan setiap anak perempuan memiliki akses penuh dan setara terhadap pendidikan berkualitas, termasuk dalam bidang sains dan teknologi, Mengadvokasi hak-hak mereka untuk mendapatkan perawatan medis yang layak dan terhindar dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, serta diskriminasi, Mengakhiri Praktik Berbahaya: Menghapus praktik-praktik diskriminatif seperti pernikahan dini pada anak dan sunat perempuan, Mendorong anak perempuan untuk menyuarakan pendapat mereka, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan mengembangkan potensi kepemimpinan mereka.
PBB menegaskan bahwa investasi pada anak perempuan memiliki dampak yang luas dan langsung, membuat keluarga, komunitas, dan perekonomian menjadi lebih kuat dan masa depan lebih cerah. Hari Anak Perempuan Internasional adalah seruan global agar semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat sipil, berinvestasi pada solusi yang mempercepat kemajuan menuju dunia yang lebih adil dan setara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....