Realita Kehidupan Sandwich Generation
- 26 Sep 2025 21:19 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Meski memiliki penghasilan rata-rata Rp10 juta per bulan, banyak anggota Sandwich Generation di 2025 masih merasa keuangan mereka ‘ngepas’ alias pas-pasan.
Istilah Sandwich Generation merujuk pada kelompok usia produktif yang harus menanggung beban finansial dua generasi sekaligus: orang tua dan anak. Fenomena ini menjadi tantangan besar di tengah kenaikan biaya hidup yang terus melonjak.
Data survei terbaru menunjukkan, sekitar 60% pekerja usia 30-45 tahun yang termasuk Sandwich Generation mengalami tekanan finansial meski gaji mereka tergolong menengah ke atas. Mereka harus mengalokasikan pendapatan tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga pendidikan anak dan perawatan orang tua yang semakin menua.
Selain tekanan finansial, Sandwich Generation juga menghadapi beban emosional yang tidak ringan. Mengurus orang tua sekaligus mendampingi anak membutuhkan waktu dan energi besar, yang seringkali berimbas pada kesehatan mental mereka. Kondisi ini memunculkan kebutuhan akan dukungan sosial dan kebijakan yang lebih responsif dari pemerintah maupun perusahaan.
Untuk menghadapi tantangan ini, banyak anggota Sandwich Generation mulai mencari alternatif tambahan penghasilan, mengatur keuangan lebih ketat, hingga mencari informasi tentang asuransi dan investasi yang bisa membantu meringankan beban jangka panjang. Realita ini menjadi pengingat bahwa gaji besar bukan jaminan bebas stres finansial di era modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....