Menangis Bukan Tanda Lemah

  • 05 Sep 2025 15:07 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga : Menangis tidak seharusnya dipandang sebagai simbol kelemahan, melainkan dengan mengeluarkan air mata bisa menjadi bagian penting dari proses seseorang untuk kembali menemukan kekuatan batin. Hal itu disampaikan Yanti Saragih melalui pesan WhatsApp saat jangan Galau Malam-Malam (Jaga Malam) Pro 2 Sibolga, Rabu (3/9/2025).

“Kadang, untuk bisa kuat kembali, kita perlu membiarkan diri menangis. Tangisan bukan sekadar luapan emosi, tetapi cara tubuh dan jiwa kita menyeimbangkan diri,” katanya.

Ia mengatakan banyak orang masih memiliki stigma bahwa menangis berarti rapuh, tidak mampu menghadapi masalah, atau tidak cukup dewasa. Padahal, menurutnya, tangisan adalah reaksi alami manusia ketika perasaan tidak lagi dapat ditahan.

Lebih dari itu, air mata sering kali menjadi “bahasa tersembunyi” yang menyampaikan duka mendalam, perasaan kehilangan, atau luka emosional yang sulit diungkapkan lewat kata-kata. Menangis adalah bahasa hati.

“Dari situ, kita bisa melewati fase berat menuju penerimaan dan pemulihan. Orang yang berani menangis, justru sedang berani menerima dirinya apa adanya, termasuk luka yang sedang ia bawa,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah menangis, banyak orang merasakan hatinya lebih lega, pikirannya lebih tenang, dan beban yang sebelumnya terasa berat menjadi sedikit lebih ringan. Proses ini, menurutnya, adalah tanda bahwa tangisan dapat menjadi jembatan menuju kekuatan baru.

“Ada orang yang menahan diri agar terlihat kuat, padahal kekuatan sejati sering kali lahir setelah kita memberi ruang bagi emosi untuk keluar. Air mata tidak bisa mengubah keadaan, tetapi ia membantu hati beradaptasi dengan kenyataan baru,” katanya.

Selain itu, kesehatan mental juga perlu mendapat perhatian sama seperti kesehatan fisik. Menurutnya, menangis adalah salah satu bentuk mekanisme alami tubuh untuk mengurangi stres, dimana air mata emosional terbukti mengandung hormon stres, sehingga setelah menangis seseorang bisa merasa lebih tenang.

“Menangis bukanlah kelemahan, melainkan tanda manusiawi bahwa kita memiliki hati yang peka. Dengan menangis, kita sedang membersihkan batin dari beban yang tidak terlihat. Setelahnya, kita bisa lebih siap untuk menghadapi kehidupan dengan pikiran dan hati yang lebih jernih,” tutupnya


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....