Profil Gubernur Malut Sherly Tjoanda
- 18 Agt 2025 18:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menjadi sorotan saat mengibarkan Sang Merah Putih di laut Sulamadaha, Ternate, Sabtu (9/8/2025). Ia tampil mempesona memakai kontum mermaid, aksi tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 RI.
Pengibaran bendera di bawah laut itu menggambarkan pesan penting bahwa laut merupakan ruang hidup sekaligus warisan yang wajib dijaga. Bersama seratus penyelam dari Wanita Selam Indonesia (WASI), momen tersebut menciptakan pemandangan menakjubkan sekaligus mengingatkan arti persatuan bangsa dari kedalaman samudera.
“Upacara HUT RI ke-80 di bawah laut menjadi pengingat bahwa selama ini perhatian kita terlalu terpusat di darat. Padahal, 70 persen wilayah Indonesia adalah laut, termasuk Maluku Utara,” ucap Sherly dalam keterangan tertulis di instagram pribadinya, Sabtu (16/8/2025).
Sherly menegaskan bahwa simbol nasional juga relevan di laut, yang menjadi jalur penghubung dan perekat nusantara. Aksi heroik itu bukan sekadar atraksi visual, tetapi simbol kepedulian terhadap ekosistem laut sekaligus ekspresi cinta tanah air.
Berikut profil Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda:
Sherly merupakan perempuan kelahiran Ambon, 8 Agustus 1982 ini memiliki darah Tionghoa-Maluku. Ia merupakan Gubernur Maluku Utara periode 2024-2029 yang menggantikan mendiang suaminya, Benny Laos.
Ia dipercaya memimpin setelah sang suami meninggal dunia dalam tragedi kebakaran speedboat pada 12 Oktober 2024. Sherly telah dikaruniai tiga anak yakni Bennet Edbert Laos, Beneisha Edelyn Laos, dan Benedictus Edrick Laos.
Sherly menempuh pendidikan sarjana International Business Management di Universitas Petra Surabaya, kemudian melanjutkan gelar ganda di Inholland University, Belanda. Lulus pada 2004, ia sempat aktif sebagai Direktur PT Bela Group yang dikelola bersama suaminya sebelum terjun ke politik.
Selain dikenal sebagai pemimpin daerah, Sherly juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia pernah dipercaya menjabat Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) serta memimpin Yayasan Bela Peduli, yang berfokus pada kegiatan sosial.
Aksi pengibaran bendera di dasar laut Sulamadaha semakin mempertegas citra Sherly Tjoanda sebagai pemimpin inspiratif. Ia memadukan nasionalisme, kepedulian lingkungan, dan kreativitas dalam memimpin Maluku Utara, sekaligus memberikan teladan bagi generasi penerus bangsa