Mengenal Permainan Congklak, Warisan Budaya yang Mengasah Otak
- 17 Agt 2025 10:28 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang : Congklak adalah salah satu permainan tradisional yang populer di berbagai daerah di Indonesia. Permainan ini menggunakan papan berlubang yang biasanya terbuat dari kayu atau plastik, dengan biji congklak yang bisa berupa kerang kecil, batu, atau biji-bijian. Permainan congklak umumnya dimainkan oleh dua orang dan memerlukan strategi serta perhitungan yang cermat.
Asal-usul congklak diyakini berasal dari Afrika dan menyebar ke Asia melalui jalur perdagangan. Di Indonesia, congklak memiliki berbagai nama daerah, seperti dakon di Jawa dan dentuman lamban di Sulawesi. Meski memiliki sebutan berbeda, inti permainan tetap sama: mengedarkan biji-biji congklak ke setiap lubang papan sesuai aturan, dengan tujuan mengumpulkan biji terbanyak di “lumbung” milik pemain.
Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan otak, terutama bagi anak-anak. Congklak melatih kemampuan berhitung, logika, konsentrasi, dan strategi. Selain itu, congklak mengajarkan nilai sportivitas dan kesabaran, karena kemenangan hanya bisa diraih dengan perhitungan matang dan tidak tergesa-gesa.
Sayangnya, permainan congklak kini mulai jarang dimainkan, tergeser oleh permainan digital yang lebih instan. Padahal, congklak bisa menjadi sarana interaksi sosial yang menyenangkan di rumah, sekolah, atau acara komunitas. Beberapa sekolah dan komunitas budaya mulai mengadakan lomba congklak untuk mengenalkan kembali permainan ini kepada generasi muda.
Sumber:
Artikel “Sejarah dan Cara Bermain Congklak” – Indonesia.go.id
Artikel “Manfaat Permainan Tradisional Congklak” – Kompas.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....