Timbang Adat Palembang Sarat Makna Lestari

  • 15 Agt 2025 01:07 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Pernikahan adat Palembang menyimpan beragam tradisi yang sarat makna, salah satunya timbang adat. Tradisi ini dilaksanakan usai prosesi dulang-dulangan dan cacap-cacapan.

Pemangku adat Kota Palembang, Nyimas Yulianti Latief, menjelaskan timbang adat memiliki nilai janji suci. Prosesi ini dulu menggunakan Kitab Suci Al-Qur’an sebagai penyeimbang timbangan.

Ia menambahkan, prosesi ini melambangkan sumpah setia kedua mempelai hingga akhir hayat di hadapan Al-Qur’an. Namun, seiring waktu, tradisi mengalami perubahan.

Salah satu perubahannya adalah penyeimbang timbangan tidak lagi memakai Al-Qur’an. Sebagai gantinya, kado dari kedua keluarga digunakan.

“Dulu satu sisi timbangan memakai Al-Qur’an, satu sisi memegang tangan mempelai sebagai makna janji suci. Sekarang kado diletakkan bergantian oleh keluarga, menggantikan posisi Al-Qur’an,” tegas Nyima, Kamis (15/8/2025).

Timbang adat juga berisi nasihat agar kedua mempelai bijak dan adil terhadap keluarga pasangan yang diiringi pantun pemangku adat. Nyimas berharap tradisi timbang adat tetap dilestarikan di tengah kemajuan teknologi.

Meski kini jarang ditemui, timbang adat masih dijalankan oleh masyarakat yang memahami adat istiadat. Keberlanjutan tradisi ini bergantung pada kesadaran generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....