Beberapa Risiko Yang Bisa Terjadi Bila Menahan Bersin

  • 07 Agt 2025 07:20 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Menahan bersin memang terkadang terasa perlu, terutama di tempat umum atau saat situasi tidak memungkinkan. Namun, secara medis, menahan bersin sangat tidak disarankan karena berpotensi menimbulkan bahaya.

Bersin adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan iritan atau partikel asing dari saluran pernapasan. Kekuatan bersin sangat besar, bisa mencapai kecepatan 160 km/jam.

Saat menahannya, tekanan udara yang seharusnya dikeluarkan akan terperangkap dan mencari jalan keluar lain, yang bisa berdampak pada beberapa bagian tubuh.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa risiko yang bisa terjadi jika menahan bersin:

1. Cedera Telinga

Tekanan udara yang tertahan bisa masuk ke saluran telinga (tuba eustachius), menyebabkan kerusakan pada gendang telinga, infeksi telinga, hingga gangguan pendengaran.

2. Kerusakan pada Tenggorokan

Dalam kasus yang sangat jarang, tekanan yang kuat saat menahan bersin bisa menyebabkan robekan pada jaringan tenggorokan.

3. Pecahnya Pembuluh Darah

Pembuluh darah kecil di hidung, mata, atau bahkan otak bisa pecah akibat tekanan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan mimisan atau mata merah (subkonjungtiva). Pada kasus ekstrem, pecahnya pembuluh darah di otak bisa berujung pada pendarahan atau stroke, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

4. Cedera Tulang Rusuk atau Diafragma

Menahan bersin dengan terlalu kuat bisa menyebabkan cedera pada diafragma atau bahkan patah tulang rusuk.

Daripada menahannya, lebih baik Anda mengalihkan dorongan bersin dengan cara yang lebih aman. Beberapa teknik yang bisa dicoba saat Anda merasa ingin bersin, namun belum keluar sepenuhnya, adalah: Cubit atau tekan lembut pangkal hidung Anda (area di antara mata) selama beberapa detik. Ini bisa mengganggu sinyal bersin ke otak.

Bisa juga dengan teknik tekan ujung lidah Anda ke langit-langit mulut tepat di belakang gigi depan. Tahan posisi ini sampai dorongan bersin mereda.

Bahkan ada cara yang cukup aneh. Beberapa orang menemukan bahwa mengalihkan fokus dengan mengucapkan kata-kata aneh atau sulit diucapkan bisa membantu menghentikan refleks bersin.

Jika Anda sering bersin, cobalah untuk mencari tahu apa pemicunya. Pemicu umum bersin termasuk debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau paparan cahaya terang.

Menghindari pemicu tersebut dapat membantu mengurangi frekuensi bersin. Namun, yang terpenting adalah jika tidak bisa menahan bersin, biarkan saja terjadi secara alami.

Tutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau tisu untuk mencegah penyebaran kuman. Ini jauh lebih aman daripada menahan bersin dan berisiko mencederai diri sendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....