Makanan yang Disarankan untuk Penderita Usus Buntu

  • 03 Agt 2025 13:19 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Usus buntu atau apendisitis biasanya memerlukan tindakan operasi untuk mengangkat apendiks yang meradang. Setelah prosedur tersebut, pemulihan tubuh sangat tergantung pada pola makan. Makanan yang dikonsumsi harus membantu mengurangi peradangan, mempercepat penyembuhan luka, dan mencegah sembelit agar tekanan pada perut berkurang. Dilansir dari berbagai sumber diantaranya Alodokter

1. Makanan Tinggi Serat (Setelah Masa Pemulihan Awal)

Setelah 3–5 hari pasca operasi (dengan izin dokter), penderita dianjurkan mulai mengonsumsi makanan tinggi serat. Serat membantu mencegah sembelit dan memperlancar pencernaan.

Contoh makanan:

Buah-buahan: pepaya, apel, pir, pisang

Sayuran hijau: bayam, brokoli, wortel rebus

Oatmeal, roti gandum, nasi merah

Kacang-kacangan (dalam porsi kecil, setelah kondisi stabil)

2. Makanan Lunak dan Mudah Dicerna

Di hari-hari awal pasca operasi (1–3 hari pertama), makanan sebaiknya lunak, tidak pedas, dan rendah lemak.

Contoh makanan:

Bubur ayam (tanpa santan)

Sup sayur bening

Kentang rebus atau tumbuk

Telur rebus matang

Tahu kukus

Pisang matang

3. Banyak Minum Air dan Cairan Ringan

Asupan cairan sangat penting untuk mencegah sembelit dan dehidrasi. Pilih air putih atau cairan rendah gula dan rendah lemak.

Contoh:

Air putih

Kaldu bening

Teh herbal ringan

Air kelapa muda tanpa gula tambahan

4. Makanan Kaya Protein Rendah Lemak

Protein membantu perbaikan jaringan luka setelah operasi. Pilih protein tanpa lemak jenuh tinggi dan mudah dicerna.

Contoh:

Ikan kukus (seperti dori, kakap)

Dada ayam tanpa kulit

Tahu dan tempe

Telur rebus

Tips Pola Makan Selama Pemulihan

1. Makan porsi kecil tapi sering (5–6 kali sehari)

2. Hindari makan terburu-buru

3. Kunyah makanan dengan baik

4. Tidur minimal 2 jam setelah makan

5. Konsultasikan dengan dokter bila ada gejala seperti mual, nyeri, atau sulit BAB

Pemulihan setelah usus buntu sangat dipengaruhi oleh pola makan. Makanan sebaiknya mudah dicerna, kaya protein, serat, dan rendah lemak. Hindari makanan yang memperlambat pencernaan atau memicu iritasi. Selalu konsultasikan ke dokter atau ahli gizi bila muncul gejala baru atau gangguan pencernaan selama proses pemulihan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....