Sejarah 29 Juli dan Hari Bakti TNI AU
- 28 Jul 2025 18:57 WIB
- Ambon
KBRN,Ambon: Tanggal 29 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bakti TNI Angkatan Udara. Momentum ini menjadi pengingat akan Sejarah Heroik dan pengorbanan besar para perintis TNI AU, yang rela mengorbankan nyawa demi kemerdekaan dan kemanusiaan. Hari ini, tepat 78 tahun sejak peristiwa penting itu terjadi pada 29 Juli 1947.
Sejarah mencatat, pada masa Agresi Militer Belanda I, pasukan Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati dan melancarkan serangan militer ke wilayah Republik Indonesia, termasuk menyerang pangkalan-pangkalan udara milik TNI. Sebagai bentuk perlawanan, TNI AU yang saat itu masih dalam masa awal pembentukan, melakukan serangan udara balasan ke basis Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.
Serangan ini dilakukan oleh tiga pesawat yang dipiloti para kadet dan teknisi muda Indonesia yaitu Kadet Mulyono, Sutardjo Sigit, dan Suharnoko Harbani, bersama teknisi Kaput dan Dulrachman. Meskipun menggunakan pesawat tua peninggalan jepang jenis Cureng dan Guntei, mereka berhasil menunjukkan bahwa TNI AU bisa memberi perlawanan nyata.
Namun, tragedi besar juga terjadi di hari yang sama. Sebuah pesawat Dakota VT-CLA yang mengangkut bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya ke Yogyakarta, ditembak jatuh oleh pesawat tempur Belanda sesaat sebelum mendarat di Lapangan Udara Maguwo (kini Lanud Adisutjipto).
Insiden ini menewaskan tiga tokoh penting dalam sejarah penerbangan Indonesia, yaitu:
· Komodor Muda Agustinus Adisutjipto, tokoh perintis Pendidikan penerbangan
· Dr. Abdulrahman Saleh, dokter sekaligus ahli radiologi dan pendiri Radio Republik Indonesia.
· Opsir Muda Adi Soemarmo, penerbang muda berdedikasi tinggi.
Ketiganya gugur dalam tugas kemanusiaan. Sejak saat itu, 29 Juli dikenang sebagai Hari Berkabung AURI, dan secara resmi ditetapkan sebagai Hari Bakti TNI AU pada tahun 1962.
Monumen peringatan tragedi ini dibangun di Dusun Ngoto, Bantul, Yogyakarta, lokasi jatuhnya pesawat Dakota, Monumen ini kini menjadi tempat ziarah dan refleksi sejarah oleh generasi penerus TNI AU.
Hari Bakti TNI AU bukan sekadar penghormatan terhadap masa lalu, melainkan pengingat akan nilai-nilai patriotisme, pengabdian tanpa pamrih, dan keberanian dalam menghadapi ancaman terhadap kedaulatan bangsa.
Peringatan tahun ini menjadi momentum bagi TNI AU untuk terus berbenah, menjadi angkatan udara yang modern, profesional, dan humanis, sejalan dengan semangat para pendahulu yang rela berkorban demi merah putih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....