Jangan Jadikan Baju Bekas Jadi Lap, Ini Alasannya

  • 27 Jul 2025 09:34 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Baju bekas yang sudah tidak terpakai kerap kali berakhir menjadi lap atau keset di rumah. Kebiasaan ini dianggap praktis dan umum dilakukan oleh banyak keluarga di Indonesia. Namun, menurut Rika Subana, seorang praktisi kesehatan dan edukator lingkungan, tindakan ini ternyata bukan sekadar perkara estetika melainkan memiliki dampak ilmiah yang penting untuk dipahami.

Dalam unggahan media sosialnya yang viral, Rika menekankan bahwa menjadikan pakaian bekas sebagai lap atau keset bisa membahayakan kesehatan jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Baju yang telah digunakan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun menyimpan residu bahan kimia dari deterjen, pewangi, dan bahkan keringat, yang bisa berubah menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau jamur.

“Bukan soal jijik atau enggak enak dilihat, tapi secara mikrobiologis, sisa bahan kimia atau mikroorganisme di serat kain bisa menyebar saat digunakan untuk membersihkan permukaan,” jelas Rika dalam unggahannya di Threads yang dikutip pada Minggu (27/7/2025). Bahkan, menurutnya, jika lap ini digunakan untuk membersihkan permukaan makanan atau alat dapur, risikonya bisa jauh lebih besar.

Kain yang berasal dari baju lama cenderung menyimpan patogen yang sulit hilang meski sudah dicuci berkali-kali. Apalagi jika pakaian itu sebelumnya digunakan saat aktivitas berat, berkeringat, atau dalam kondisi lembap. Ini adalah habitat ideal bagi mikroba.

Ketika digunakan sebagai lap, kain itu dapat memindahkan kontaminasi silang dari satu permukaan ke permukaan lain. Hal ini berbahaya terutama di dapur, tempat penyimpanan makanan, atau area bermain anak. Ia menyarankan agar masyarakat mulai mempertimbangkan penggunaan kain khusus lap yang dirancang antibakteri atau mudah dicuci dengan air panas.

Selain masalah kesehatan, Rika Subana juga menyoroti sudut pandang psikologis dan budaya daur ulang. Menurutnya, masih banyak cara lebih berfaedah untuk memanfaatkan baju bekas. “Kita bisa mengubahnya jadi tas belanja, boneka kain, atau disumbangkan jika masih layak pakai. Itu jauh lebih bermanfaat daripada langsung jadi keset,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....