Mana yang Lebih Baik Telur Ayam atau Bebek?

  • 14 Jul 2025 20:01 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Telur bebek dan telur ayam sama-sama merupakan sumber nutrisi tinggi yang banyak dikonsumsi. Namun, jenis telur ini memiliki perbedaan signifikan dalam ukuran, rasa, serta kandungan gizi yang memengaruhi pilihan konsumsi sehari‑hari.

Ukuran & Tampilan

Telur bebek cenderung lebih besar, dengan berat sekitar 50–70 gram—sekitar 50 % lebih berat daripada telur ayam rata‑rata sekitar 50 g. Cangkangnya lebih tebal, berwarna lebih beragam, bahkan hijau atau abu‑abu, sehingga lebih awet saat disimpan.

Kalori, Lemak & Kolesterol

Per 100 g, telur bebek menyediakan 185–223 kalori, lemak total 13,8–18,5 g, sedangkan telur ayam hanya 149 kalori dan 11 g lemak.

Dalam hal kolesterol, telur bebek jauh lebih tinggi—sekitar 660 mg per telur atau 276 % AKG harian, dibandingkan telur ayam sekitar 372 mg (sekitar 92 % AKG).

Protein & Mikronutrien

Telur bebek lebih kaya protein sedikit di atas ayam (sekitar 12 g vs 10 g per 100 g matang) .

Telur bebek unggul dalam beberapa vitamin dan mineral seperti vitamin B12, zat besi, folat, selenium, riboflavin, dan vitamin A. Sebagai contoh, telur bebek mengandung 5,4 µg B12 dan 459 µg lutein+zeaxanthin per 100 g, sementara telur ayam masing-masing 0,89 µg dan 503 µg.

Manfaat Kesehatan

Telur ayam cocok untuk konsumsi harian karena rendah kalori dan kolesterol—lebih aman bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan seperti kolesterol tinggi atau menjaga berat badan.

Sedangkan telur bebek baik dikonsumsi untuk kebutuhan tinggi nutrisi, seperti bagi mereka yang ingin memperkuat darah (anemia), menambah asupan zat besi, vitamin B kompleks, atau omega‑3 .

Risiko & Pertimbangan

  • Kandungan kolesterol tinggi pada telur bebek menjadikannya kurang cocok bagi penderita penyakit jantung atau kolesterol tinggi.
  • Risiko alergi atau intoleransi juga lebih tinggi pada telur bebek: beberapa orang melaporkan masalah pencernaan seperti kram atau diare setelah mengonsumsi telur bebek meskipun mereka toleran terhadap telur ayam .
  • Praktik pengolahan juga penting: telur harus dimasak hingga matang sempurna untuk menghindari risiko bakteri seperti Salmonella .

Dari segi gizi, telur bebek lebih padat nutrisi: lebih banyak protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Namun kolesterolnya juga jauh lebih tinggi, serta meningkatkan risiko alergi pada sebagian orang.

Telur ayam adalah pilihan yang lebih seimbang dan aman untuk konsumsi harian, terutama bagi yang sedang diet, menjaga kolesterol, atau memiliki sensitivitas tertentu.

Pilihan “mana yang lebih baik” tergantung kebutuhan:

  • Untuk intensitas nutrisi lebih tinggi: telur bebek bisa jadi pilihan, dengan asupan terbatas.
  • Untuk konsumsi rutin dan kondisi kesehatan seperti kolesterol atau penyakit jantung: telur ayam lebih disarankan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....