Apakah Latah itu Penyakit? Berikut Penjelasannya.
- 14 Jul 2025 19:23 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Apa Itu Latah? Latah adalah kondisi perilaku abnormal yang dipicu oleh kaget secara tiba-tiba, sering kali terjadi pada orang Asia Tenggara. Setelah terkejut, penderita bisa menunjukkan reaksi berlebihan seperti meniru kata, gerakan, atau mematuhi perintah tanpa sadar.
Dalam istilah medis, latah sempat dikategorikan sebagai culture-bound syndrome atau gangguan psikologi yang berkaitan erat dengan budaya lokal Asia Tenggara
Ciri-ciri dan Manifestasi Latah
Saat dipicu, seseorang dengan latah kemungkinan menunjukkan tanda:
- Ekolalia: otomatis mengulang kata atau frasa yang diucapkan orang lain.
- Ekopraksia: meniru gerakan tubuh orang lain secara refleks.
- Koprolalia: tiba-tiba mengucapkan kata-kata kasar atau tabu.
- Automatic obedience: mengikuti perintah orang lain tanpa kontrol sadar.
Fisiknya sering disertai detak jantung cepat dan keringat berlebihan, namun bukan akibat fisiologis yang jelas, melainkan respons kecemasan atau stres mendadak.
Apa Penyebab Latah?
Penyebab pastinya belum diketahui secara ilmiah, tetapi diduga berasal dari beberapa faktor berikut:
1. Faktor Kejiwaan & Neurologis
- Pada dewasa: stres berat, kecemasan, skizofrenia, epilepsi, cedera kepala, stroke, demensia, atau gangguan saraf lainnya dapat memicu latah.
- Pada anak: bisa normal saat di bawah usia 3 tahun (bagian dari belajar bicara), tetapi jika berlanjut bisa menandakan autisme atau gangguan perkembangan lain.
2. Faktor Budaya & Lingkungan
- Kebiasaan latah lebih banyak terlihat di wilayah Asia Tenggara, dan sering dianggap bagian dari budaya lokal.
- Faktor lingkungan seperti imitasi, sugesti, identifikasi identitas kelompok, bahkan mimpi seksual dipercaya turut berkontribusi mendorong munculnya latah dalam penelitian masyarakat tertentu.
3. Respons Emosional Berlebihan
- Ada teori bahwa latah merupakan reaksi ekstrem terhadap ketakutan mendadak atau trauma emosional, bukan sekadar kejut biasa .
Penanganan & Tindak Lanjut
- Diagnosis dilakukan oleh dokter atau psikiater lewat wawancara riwayat dan pemeriksaan neurologis, termasuk MRI, EEG, atau tes komunikasi jika perlu.
- Penanganan meliputi:
- Terapi wicara khusus untuk menahan respons otomatis (terutama pada ekolalia/koprolalia).
- Obat-obatan seperti antidepresan, antiepilepsi, atau antikecemasan bila kondisi dipicu gangguan mental atau stres berat.
- Dukungan lingkungan: menghindari mengejutkan penderita, membangun suasana aman, dan menghentikan kebiasaan jahil terhadap penderita agar tidak memperburuk frekuensi kejadiannya.
Latah bukan sekadar kebiasaan lucu—itu merupakan gangguan perilaku involunter yang biasanya terjadi setelah terkejut dan bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang. Meski tidak sepenuhnya dipahami penyebabnya, faktor neurologis, stres, dan budaya dipercaya memainkan peran penting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....