Triton: Dulu Panggil Warga Sekarang Alat Musik
- 14 Jul 2025 15:40 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Di tengah modernitas, kisah unik tentang alat tradisional terhampar dari bumi Papua yang penuh warna. Triton, dulunya alat memanggil warga, kini berubah menjadi alat musik yang memukau dalam seni budaya.
Sejak zaman nenek moyang, fuu atau triton, punya peran penting bagi masyarakat Papua. Triton dibuat dari cangkang kerang besar, dilubangi, dan mengeluarkan suara keras menembus hutan belantara.
Dahulu digunakan sebagai penanda perang, isyarat kematian, dan ajakan berkumpul dalam momen kebersamaan warga. Suara triton menjadi pemersatu warga, mengingatkan akan kebersamaan serta kekuatan suara dalam komunikasi budaya.
Seniman Papua, Hendrik Baransano, dalam Podcast RRI, bercerita tentang pergeseran fungsi triton saat ini. Ia menyampaikan, bahwa triton tergeser oleh kemajuan teknologi komunikasi seperti ponsel dan jaringan internet.
Namun para budayawan Papua, melihat potensi lain dalam cangkang kerang yang sarat warisan leluhur tersebut. Triton menemukan jalan baru, yaitu bukan hanya pemanggil warga, tetapi instrumen musik penuh daya cipta.
Dengan teknik tiupan khusus, triton mampu mengeluarkan lebih dari satu nada yang beragam dan memukau. Nada-nada ini tak hanya terdengar indah, tapi juga bisa menyentuh hati dan bercerita tentang Papua.
Kini, triton telah tampil di panggung nasional dan internasional membawakan warna musik khas Papua tercinta. Tak hanya tradisional, triton menyatu dengan musik kontemporer, menjadi simbol adaptasi dan kreativitas budaya.
Menghidupkan triton kembali, berarti menjaga warisan leluhur agar tidak hilang tertelan oleh zaman yang berubah. Kini suaranya bukan hanya panggilan, melainkan simfoni abadi yang mengundang dunia mendengar keindahan Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....