Permainan Bricks Salah Satu Cara Mengasah Otak
- 17 Jun 2025 20:39 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Di era digital saat ini, banyak jenis permainan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mampu merangsang kerja otak, salah satunya adalah permainan Bricks.
Permainan ini, yang lebih dikenal sebagai game menyusun balok atau bata berwarna, tampak sederhana namun menyimpan tantangan logika, strategi, serta kecepatan berpikir. Tidak heran jika permainan ini digemari oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sebagaiman dikutip dari buku The Gamer’s Brain, permainan Bricks biasanya melibatkan penempatan potongan balok dengan bentuk dan warna yang berbeda ke dalam ruang tertentu agar membentuk garis lurus dan menghindari tumpukan yang terlalu tinggi. Konsep ini secara tidak langsung melatih otak dalam mengelola ruang (spasial), mengenali pola, serta mengambil keputusan cepat, kemampuan kognitif penting yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Studi dalam jurnal Frontiers in Psychology (2020) menunjukkan bahwa permainan berbasis teka-teki visual seperti Bricks dapat meningkatkan konsentrasi, memori kerja, dan kemampuan problem solving pada anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, permainan ini juga dipercaya membantu mengembangkan koordinasi antara mata dan tangan, serta meningkatkan reaksi dan ketelitian dalam berpikir.
Tidak hanya dari sisi psikologis, permainan Bricks juga bisa menjadi alternatif sehat dalam penggunaan teknologi. Daripada menghabiskan waktu untuk konten pasif seperti media sosial, bermain game edukatif seperti Bricks bisa menjadi pilihan yang lebih produktif. Anak-anak yang bermain game ini dengan pengawasan yang tepat juga dapat menunjukkan peningkatan kemampuan belajar terutama dalam bidang matematika dan logika.
Keunggulan lain dari Bricks adalah fleksibilitasnya. Permainan ini tersedia dalam berbagai bentuk, baik sebagai mainan fisik berupa balok bangunan seperti LEGO, maupun dalam versi digital seperti aplikasi game di ponsel pintar. Beberapa versi bahkan menyediakan level kesulitan yang bisa disesuaikan dengan usia dan kemampuan pemain, sehingga tetap menantang dan menyenangkan.
Menurut buku The Gamer’s Brain: How Neuroscience and UX Can Impact Video Game Design karya Celia Hodent (2017), permainan seperti Bricks memanfaatkan sistem reward otak untuk mendorong pemain tetap fokus dan termotivasi. Hal ini menjelaskan mengapa permainan ini bisa membuat ketagihan dalam arti positif, karena otak merasa “terpacu” dan terlatih selama memainkannya.
Dengan segala manfaat tersebut, permainan Bricks bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat yang efektif untuk mengasah otak. Bagi orang tua, pendidik, maupun siapa pun yang ingin melatih kemampuan berpikir dengan cara menyenangkan, permainan ini layak dijadikan bagian dari aktivitas harian. Sederhana namun bermanfaat, Bricks membuktikan bahwa belajar dan bermain bisa berjalan beriringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....