Mengenal Makna Hari Tasyrik Dalam Ibadah Kurban

  • 08 Jun 2025 07:55 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Hari-hari besar dalam Islam bukan hanya tentang perayaan, melainkan sarat makna spiritual yang dalam. Salah satu rangkaian penting dalam ibadah Kurban dan Idul Adha adalah Hari Tasyrik.

Dalam acara Mimbar Agama Islam di Pro1, Sabtu (7/6/2025), Mujibah,S.Ag, dari KUA Jekan Raya, mengatakan, pada tanggal 10, 11, 12, maupun 13 Dzulhijjah itu disebut hari tasyrik. "Hari tasyrik berasal dari bahasa Arab, syaroqoh yang berarti menjemur atau menghadapkan ke arah sinar matahari," ucapnya.

Ia menambahkan, penamaan ini merujuk pada kebiasaan umat Islam pada masa Rasulullah dimana saat itu daging-daging yang mereka terima itu mereka jemur agar awet.

"Berbeda dengan zaman sekarang kita bisa simpan untuk dipakai hari-hari berikutnya," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, hari tasyrik juga merupakan waktu yang masih diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurban. Pada hari tasyrik ini umat Islam juga dilarang untuk berpuasa berkaitan dengan anjuran untuk menikmati makanan dari daging kurban.

Hari tasyrik adalah hari raya bagi umat Islam serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum. Hal ini bertujuan agar umat Islam benar-benar menikmati momen kebersamaan mengkonsumsi hasil kurban dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....