Enam Amalan Sunnah Idul Adha yang Dianjurkan
- 05 Jun 2025 13:02 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, umat Islam dianjurkan mengamalkan sejumlah sunnah Nabi Muhammad SAW. Amalan-amalan ini bertujuan menyempurnakan ibadah dan meneladani ajaran Rasulullah dalam merayakan hari besar kurban.
Salah satu amalan penting adalah mandi sebelum Salat Id. Hal ini berdasarkan hadis dari Ali bin Abi Thalib RA, bahwa mandi sebelum keluar ke tempat salat merupakan sunnah pada Idul Fitri dan Idul Adha. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dan menghormati hari raya umat Islam.
Kedua, Salat Idul Adha itu sendiri, yang hukumnya sunnah muakkadah. Artinya sangat dianjurkan bagi seluruh umat Islam, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Bahkan dalam hadis disebutkan, wanita haid pun turut hadir untuk menyaksikan takbir dan doa bersama kaum muslimin.
Amalan ketiga yang dianjurkan adalah berjalan kaki menuju tempat salat, jika memungkinkan. Nabi Muhammad SAW menempuh jalan berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Idul Adha. Ini juga menjadi simbol kesederhanaan dan kebersamaan dalam beribadah.
Keempat, tidak makan sebelum Salat Idul Adha. Ini berbeda dari Idul Fitri, di mana dianjurkan makan sebelum salat. Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah baru makan setelah menyembelih hewan kurban, sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban itu sendiri.
Kelima, memperbanyak takbir, dimulai sejak subuh hari Arafah (9 Zulhijah) hingga Ashar pada hari Tasyrik terakhir (13 Zulhijah). Takbir bisa dikumandangkan di rumah, masjid, maupun di jalan. Lafaz takbir yang diajarkan Rasul sangat dianjurkan dibaca dengan penuh kekhusyukan.
Terakhir, menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Waktu penyembelihan dimulai setelah salat Id hingga berakhirnya hari Tasyrik. Kurban adalah bentuk ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus mempererat kepedulian sosial kepada sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....