Gastronomi dan Kuliner, Konsep Berbeda Namun Saling Lengkapi
- 29 Mei 2025 15:01 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Gastronomi dan kuliner sering disamakan, padahal keduanya memiliki perbedaan fokus, tujuan, dan pendekatan yang signifikan.
Pengamat Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Harry Waluyo menjelaskan bahwa meskipun istilah gastronomi dan kuliner kerap digunakan bergantian, keduanya memiliki akar, lingkup, dan makna yang berbeda.
"Gastronomi merupakan studi yang menelaah makanan dari perspektif budaya, sejarah, sosial, hingga politik, sementara kuliner berorientasi pada keahlian teknis dalam memasak dan menyajikan hidangan," tutur Harry Waluyo kepada RRI, Kamis (29/5/2025).
Gastronomi berasal dari bahasa Yunani yang berarti aturan tentang makanan. Ia mencakup aspek ilmiah dan budaya makanan. Sementara kuliner berasal dari bahasa Latin culina yang berarti dapur, lebih menitikberatkan pada teknik memasak dan keahlian praktis.
Ia menambahkan, pendekatan akademik menjadi ciri utama gastronomi. Dalam praktiknya, gastronomi mengkaji makanan secara holistik, termasuk identitas budaya, dampak sosial, dan asal-usul bahan. Sebaliknya, dunia kuliner berkembang melalui praktik langsung, pelatihan dapur, dan inovasi teknik memasak yang terus diasah.
“Tujuan gastronomi adalah merayakan warisan budaya melalui makanan dan mendorong keberlanjutan serta inovasi bahan lokal. Sedangkan kuliner bertujuan menciptakan hidangan yang lezat, menarik, dan berkualitas tinggi,” ungkap Waluyo.
Menurutnya, dengan memahami perbedaan ini penting agar masyarakat dapat menghargai makanan bukan hanya sebagai kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai bagian dari kebudayaan dan identitas.
Gastronomi dan kuliner, kata dia, bukan hal yang bertentangan, tetapi dua sisi yang saling melengkapi dalam memperkaya pengalaman manusia terhadap makanan.
“Dengan memahami keduanya, kita tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga nilai di balik setiap sajian,” tutup Waluyo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....