Kata "Feminin" Lebih Baku Dibanding "Feminim", Ini Penjelasannya
- 16 Mei 2025 08:14 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Masih banyak masyarakat yang bingung dalam menggunakan kata "feminin" dan "feminim" dalam percakapan atau tulisan sehari-hari. Padahal, hanya satu dari dua kata tersebut yang diakui secara resmi dalam bahasa Indonesia baku. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata yang benar dan baku adalah "feminin".
Menurut penelusuran etimologi, kata "feminin" berasal dari bahasa Latin femininus, yang memiliki arti bersifat kewanitaan atau menyerupai perempuan. Seiring perkembangan bahasa, istilah ini diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan ejaan feminin, bukan feminim. Kesalahan penulisan atau pengucapan menjadi "feminim" kemungkinan besar terjadi karena pengaruh bunyi dan kebiasaan lisan yang kurang tepat.
KBBI secara eksplisit mencatat bahwa feminin adalah bentuk yang benar dan sah digunakan dalam konteks bahasa tulis maupun lisan yang formal. Sementara itu, kata feminim tidak ditemukan dalam KBBI, sehingga dianggap sebagai bentuk tidak baku atau salah kaprah dalam penggunaan bahasa.
Dalam dunia pendidikan dan jurnalistik, pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah KBBI sangatlah penting. Ketepatan dalam memilih kata akan berpengaruh pada kredibilitas tulisan, terutama dalam karya ilmiah, media massa, atau komunikasi resmi. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat terhadap ejaan yang benar perlu terus ditingkatkan.
Kesalahan penggunaan kata seperti "feminim" bisa jadi disebabkan oleh kurangnya kebiasaan mengecek kata melalui sumber referensi resmi seperti KBBI daring (dalam jaringan). Padahal, saat ini akses ke KBBI sudah sangat mudah melalui situs web maupun aplikasi, sehingga tak ada alasan untuk tidak menggunakannya.
Kata feminin sendiri sering digunakan untuk menggambarkan sifat, gaya, atau karakteristik yang dikaitkan dengan kelembutan, kehalusan, dan keanggunan yang umumnya dianggap sebagai ciri perempuan. Namun dalam perkembangan budaya dan sosial, sifat feminin kini tak hanya melekat pada perempuan, tetapi juga bisa dimiliki oleh laki-laki tanpa mengurangi identitas maskulinnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....