Belajar Pantun Perlu Kaedah yang Benar

  • 09 Mei 2025 21:51 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga: Budayawan Melayu, Agustiar Abbas, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam mempelajari pantun dari internet. Ia menyebut banyak pantun yang beredar di Internet tidak sesuai dengan kaedah yang semestinya, sehingga bisa menyesatkan pemula yang baru belajar seni sastra lisan tersebut.

Hal itu disampaikan Agustiar dalam siaran "Budaya Berjaringan Pro1 Resam Melayu" yang disiarkan pada Jumat (9/5/2025). Menurutnya, pantun memiliki rumus dan struktur baku yang wajib dipatuhi, seperti rima a-b-a-b, jumlah empat baris, serta adanya kesinambungan antara sampiran dan isi. “Kalau belajar dari Google saja, banyak yang salah. Pemula takkan pandai karena tak diajarkan rumusnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, maraknya pantun yang keliru di dunia maya bisa merusak pemahaman masyarakat tentang bentuk asli pantun Melayu. “Banyak orang mengira itu pantun, padahal hanya rangkaian kata berima yang tak sesuai kaedah,” tegasnya. Menurutnya, ini merupakan tantangan besar dalam pelestarian budaya lisan di era digital.

Agustiar menyarankan agar generasi muda belajar pantun dari sumber-sumber terpercaya, seperti guru sastra, buku-buku klasik, atau tokoh budaya yang memahami struktur pantun secara mendalam. Ia juga mendorong lembaga penyiaran dan pendidikan untuk lebih aktif menyosialisasikan kaedah pantun yang benar.

Pantun merupakan warisan budaya yang telah diakui UNESCO sebagai bagian dari kekayaan budaya tak benda. Oleh karena itu, pelestariannya harus dilakukan secara serius, tidak hanya dengan mempopulerkan, tetapi juga dengan menjaga mutu dan orisinalitasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....