Jenis Ular Berbisa di Indonesia
- 28 Apr 2025 22:54 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Indonesia, sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi, memiliki banyak jenis ular berbisa. Sejauh ini tidak ada catatan resmi bahwa ular berbisa di Indonesia telah punah, namun beberapa jenis ular berbisa, terancam keberlangsungannya.
Menurut catatan IUCN (International Union for Conservation of Nature ) yang bermarkas di Gland, Swiss, sebagian besar ular darat berbisa di Indonesia, belum dievaluasi secara ketat. Belum banyak data resmi apakah ular mendekati kepunahan, karena kerusakan habitat (deforestasi, urbanisasi), perburuan liar (untuk perdagangan hewan, koleksi, atau pengobatan tradisional) dan perubahan iklim.
Sementara itu beberapa ular berbisa penting yang ada di Indonesia diantaranya Ular Kobra (Naja sputatrix) dengan nama lokal Kobra Jawa, Sendok Jawa memiliki ciri khas dapat mengembangkan leher membentuk 'sendok', biasanya berwarna coklat kehitaman ada di Jawa, Bali, Lombok, dan sekitarnya. Ular ini memiliki bisa neurotoksin (menyerang saraf) dan sedikit efek sitotoksik (merusak jaringan).
Berikutnya ular Weling (Bungarus candidus) dengan nama lokal Welang yang memiliki ciri khas pola belang hitam-putih yang mencolok di tubuhnya, tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, dan sebagian Kalimantan. Memiliki bisa sangat kuat (neurotoksik) menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan cepat.
Kemudian dengan nama yang hampir sama yaitu Ular Welang (Bungarus fasciatus) nama lokalnya juga Welang dengan ciri khas mirip weling, tetapi warna belangnya kuning dan hitam tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dengan bisa neurotoksik kuat. Masih menurut catatan IUCN ada lagi jenis Ular Tanah (Calloselasma rhodostoma) dengan nama lokal Ular tanah atau Ular cabai memiliki ciri khas tubuh tebal, warna coklat dengan pola gelap. Ular ini juga tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan dan memiliki bisa hematotoksik (merusak pembuluh darah dan jaringan).
Ada lagi Ular Laut (Hydrophis spp. dan Laticauda spp.) dengan ciri khas tubuh silindris dengan ekor pipih seperti dayung untuk berenang. Habitatnya di Laut Indonesia, terutama perairan Sulawesi, Maluku, Papua, memiliki bisa yang sangat mematikan (neurotoksik), tetapi jarang menyerang manusia kecuali diprovokasi.
Sementara Ular Hijau Ekor Merah (Trimeresurus albolabris) dengan nama lokal Ular hijau atau Ular pucuk memiliki ciri khas tubuh hijau cerah dengan ujung ekor merah. Banyak dijumpai di Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, memiliki bisa hematotoksik; menyebabkan bengkak hebat di area gigitan. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....