Amalan Bagi yang Tak Berharta Namun Senilai Haji
- 24 Apr 2025 10:27 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Bagi mereka yang memiliki kemampuan dengan fisik dan hartanya, maka jatuh kewajiban atasnya untuk menunaikan ibadah haji walau hanya sekali dalam seumur hidup. Rukun Islam yang kelima tersebut memang mensyaratkan adanya kemampuan harta untuk dapat melaksanakannya, jika tidak punya kemampuan ini, maka pergi haji tidaklah diwajibkan.
Ketidakmampuan atau ketiadaan harta pada masa Nabi telah membuat kaum fakir-miskin merasa iri dan sedih karena mereka tidak dapat melaksanakan amal ibadah yang memerlukan harta di dalam melaksanakannya. Sehingga pada suatu hari mereka mendatangi Nabi dan berkeluh kesah kepada Beliau. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari No. 843, dari Abu Hurairah RA, ia berkata:
"Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi SAW. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi SAW lantas bersabda, "Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorangpun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak tiga puluh tiga kali."
Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. akupun kembali padanya.
Nabi SAW bersabda: " Ucapkanlah Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali."
Abu Shalih yang meriwayatkan hadits tersebut dari Abu Hurairah berkata:
"Orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin kembali menghadap Rasulullah SAW, mereka berkata, "Saudara-saudara kami yang punya harta (orang kaya) akhirnya mendengar apa yang kami lakukan. Lantas merekapun melakukan semisal itu." Rasulullah SAW kemudian berkata:"Inilah karunia yang Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki." (HR. Muslim, no. 595).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....