Proses Tebu Menjadi Gula Pasir
- 23 Apr 2025 21:03 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Gula pasir adalah salah satu bahan dapur yang hampir selalu ada di setiap rumah. Tapi, tahukah kamu bagaimana sebenarnya proses pembuatan gula pasir dari tebu? Ternyata, perjalanan sebatang tebu hingga menjadi kristal manis di meja makan cukup panjang dan menarik!
Disadur dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. www.ditjenbun.pertanian.go.id, proses dimulai dari panen tebu yang sudah cukup umur, biasanya antara 10 hingga 12 bulan setelah ditanam. Setelah dipanen, batang tebu segera dikirim ke pabrik gula untuk diolah agar kesegarannya tetap terjaga.
Tebu kemudian dicuci dan dipotong-potong agar mudah masuk ke dalam mesin penggiling. Di mesin ini, sari tebu diperas untuk diambil cairannya yang disebut nira.
Langkah selanjutnya adalah pemurnian nira. Nira mentah ini masih mengandung banyak kotoran seperti serat, tanah, dan zat organik lainnya. Oleh karena itu, nira dipanaskan dan dicampur dengan kapur untuk membantu pengendapan kotoran. Setelah disaring, nira yang sudah bersih kemudian dimasak dalam bejana besar hingga mengental dan mulai membentuk kristal.
Kristalisasi adalah bagian terpenting dari proses pembuatan gula pasir. Saat nira dipanaskan dengan suhu dan waktu yang tepat, terbentuklah kristal gula. Cairan sisa yang tidak membentuk kristal disebut molases. Setelah dipisahkan menggunakan mesin sentrifugal, kristal gula dikeringkan dan disaring kembali untuk mendapatkan ukuran yang seragam.
Hasil akhirnya adalah gula pasir yang siap dikemas dan dikirim ke toko-toko. Proses yang tampak sederhana ini ternyata melibatkan teknologi dan pengawasan ketat agar kualitas gula tetap terjaga.
Menurut Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, produksi gula di Indonesia sebagian besar masih mengandalkan tebu lokal, dengan pabrik-pabrik gula yang tersebar di Pulau Jawa dan sebagian Sumatra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....