Mengapa Imam Tidak Bersuara Saat Salat Zuhur dan Asar?
- 23 Mar 2025 04:04 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu; Dalam pelaksanaan shalat berjamaah, terdapat perbedaan dalam cara imam membaca surah Al-Fatihah dan surah-surah lainnya. Pada shalat Subuh, Maghrib, dan Isya, imam mengeraskan bacaannya (jahr). Namun, pada shalat Zuhur dan Asar, imam melirihkan bacaannya (sirr). Mengapa demikian?
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Alasan utama mengapa imam tidak bersuara keras saat shalat Zuhur dan Asar adalah karena mengikuti sunnah (ajaran) Rasulullah SAW. Dalam hadis-hadis yang sahih, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melirihkan bacaan pada kedua shalat tersebut.
Waktu yang Kurang Tepat untuk Mengeraskan Suara
Selain itu, waktu pelaksanaan shalat Zuhur dan Asar juga menjadi pertimbangan. Pada siang hari, ketika orang-orang sibuk dengan aktivitasnya, melirihkan bacaan dianggap lebih khusyuk dan tidak mengganggu orang lain.
Hikmah di Balik Melirihkan Bacaan
Meskipun bacaan dilirihkan, bukan berarti shalat Zuhur dan Asar tidak memiliki keutamaan. Justru, melirihkan bacaan memberikan kesempatan bagi makmum untuk lebih merenungkan makna setiap ayat yang dibaca oleh imam.
Jadi, alasan mengapa imam tidak bersuara keras saat salat Zuhur dan Asar adalah karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan menyesuaikan dengan kondisi waktu pelaksanaan shalat. Melirihkan bacaan juga memiliki hikmah tersendiri, yaitu memberikan kesempatan bagi makmum untuk lebih khusyuk dalam shalat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....