Dipercaya Gus Dur, Ini Perjalanan Ekonom Burhanuddin Abdullah

  • 24 Feb 2025 14:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto tak tanggung-tanggung menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen hingga tahun 2029. Berbagai akselarasi pun digenjot, salah satunya melalui optimalisasi investasi.

Menyoal capaian ekonomi nasional, sudah pasti memerlukan desain yang tepat arah serta sesuai harapan. Tumpuan terhadap hal tersebut antara lain terletak kepada para ahli ekonomi sebagai pelaku desainnya.

Di antara berbagai nama ahli ekonomi Tanah Air, sosok Burhanuddin Abdullah merupakan salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal ‘moncer’. Saking piawainya Burhanuddin Abdullah, ia dipercaya Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Industri.

Burhanuddin pun pernah menduduki pos strategis urusan perekonomian sebagai Gubernur untuk International Monetary Fund (IMF) di Indonesia serta Gubernur Bank Indonesia (BI).

Majalah level internasional segmentasi ekonomi, Global Finance, pernah menobatkan Burhanuddin Abdullah sebagai lima bankir negara terbaik dunia tahun 2007. Sebab kontribusinya memimpin bank sentral Indonesia dan menjaga stabilitas makro ekonomi sepanjang 2005.

Burhanuddin Abdullah menempuh pendidikan S1 di Universitas Padjajaran, kemudian melanjutkan S2 di Universitas Michigan, Amerika Serikat. Universitas Diponegoro menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Burhanuddin sebab kepakaran ekonominya.

Intelektualitas dan kapasitas Burhanuddin Abdullah yang teruji di bidang ekonomi, membuatnya didapuk dua kali sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2003-2006 dan 2006-2008. Burhanuddin Abdullah juga dinilai sukses saat menjabat Rektor Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) yang lantas berganti nama menjadi Universitas Koperasi Indonesia.

Burhanuddin Abdullah telah menerbitkan sejumlah buku dan karya artikel yang terkait perekonomian dan keuangan Indonesia. Seperti Jalan Menuju Stabilitas: Menuju Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan (Pustaka LP3ES Indonesia, 2005).

Lalu ada Menanti Kemakmuran Negeri: Kumpulan Esai tentang Pembangunan Sosial Ekonomi Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, 2006). Serta, Mengadili Dewan Gubernur Bank Indonesia: Catatan Akhir Perjalanan Karir (Pustaka Jaya, 2009).

Kemudian artikel opininya juga banyak dimuat oleh berbagai media nasional antara lain yang berjudul Membangun Kembali Semangat Koperasi Indonesia (Majalah KARSA, Juni 2011); Pragmatisme (Majalah Infobank, Januari 2009); Menjadi Bank Sentral yang Masuk Akal (Majalah KITA, Edisi XXVII/Agustus-September 2007).

Kendati dikenal sebagai pakar ekonomi, Burhanuddin Abdullah nyatanya memiliki dasar Sarjana Pertanian. Kapasitasnya di bidang ekonomi terbukti mampu ‘dikawinkannya’ dengan pertanian.

Burhanuddin juga menaruh perhatian khusus pada perekonomian Indonesia, terutama dalam hal ekonomi kerakyatan, Beliau adalah salah satu tokoh dibalik pengembangan demokrasi ekonomi yang berlandaskan Pancasila, yang menjadi falsafah perekonomian yang saat ini dibangun oleh Presiden.

Menurut Burhanuddin, saat menerima gelar Doktor Honoris Causa Bidang Pertanian dari Universitas Padjajaran pada September 2007, revitalisasi sektor pertanian harus bertumpu pada upaya-upaya perbaikan distribusi penghasilan di sektor ini atau pertumbuhan yang berkeadilan.

“Pendekatan itu diterapkan dengan memberikan peluang yang lebih luas bagi terciptanya distribusi penghasilan ekonomi secara lebih merata dan berkeadilan kepada masyarakat tani,” ujar Burhanuddin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....