Istilah Penyebutan Uang dalam Bahasa Gaul
- 02 Feb 2025 08:29 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Anda mungkin pernah mendengar istilah seperti gopek, goceng, ceban, dan lain-lain untuk merujuk pada jumlah uang tertentu. Meskipun istilah-istilah ini sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, tidak semua orang memahami makna dan asal-usulnya, walau telah menjadi bahasa gaul.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram Good News From Indonesia, istilah-istilah ini berasal dari dialek Hokkian yang digunakan oleh komunitas Tionghoa, terutama di pasar-pasar tradisional. Lama kelamaan, istilah-istilah ini menyebar dan diterima oleh masyarakat umum.
Pada awalnya, kata-kata seperti "gocap" dan "cepek" digunakan dalam transaksi sehari-hari. Namun kini telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang lebih luas.
Sebagian besar suku Tionghoa yang menetap di Indonesia berasal dari Provinsi Fujian di Tiongkok selatan. Mereka berkomunikasi dengan bahasa Mandarin dalam dialek Hokkian saat berdagang atau bertransaksi di Indonesia.
Dengan berjalannya waktu, dialek Hokkian ini semakin akrab di telinga masyarakat Indonesia. Dalam percakapan sehari-hari, istilah gocap, ceban, dan cepek berakar dari bahasa Mandarin dialek Hokkian.
Kata gocap terdiri dari "go" yang berarti 5 dan "cap" yang berarti 10, sehingga bermakna 50. Sedangkan gopek berasal dari "go" yang berarti lima dan "pek" yang berarti ratusan, dengan makna 500.
Kata goceng mengikuti pola yang sama, di mana "go" berarti 5 dan "ceng" merujuk pada ribuan, sehingga berarti 5000. Istilah ceban berasal dari "ce" yang berarti 1 dan "ban" yang berarti puluhan ribu, sehingga bermakna 10.000.
Terakhir, kata seceng berasal dari "ceng" yang artinya 1. 000. Lalu ditambahkan imbuhan se- sesuai kaidah Bahasa Indonesia.
Beberapa istilah seperti gocap, cepek, gopek, seceng, goceng, ceban, dan goban bahkan telah resmi terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
(Syurie Ariandani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....